Temanggung, Proliman News — Sebanyak 1.540 siswa beserta jajaran guru dan staf SMK Bhumi Phala (Mipha) menggelar aksi kepedulian sosial berupa doa bersama dan penggalangan donasi untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di halaman sekolah menjelang jam pulang sekolah, Kamis (20/8/2026).
Sejak sore menjelang akhir jam pelajaran, seluruh siswa dikumpulkan di lapangan utama sekolah. Suasana khusyuk menyelimuti area sekolah saat ribuan murid dan tenaga pendidik menundukkan kepala, memanjatkan doa terbaik bagi masyarakat NTT yang sedang tertimpa musibah bencana alam dan gempa bumi.
Usai pelaksanaan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penggalangan dana secara sukarela. Para siswa dan guru secara bergantian menyisihkan sebagian uang saku mereka ke dalam wadah donasi yang telah disiapkan oleh panitia.
Salah seorang siswi SMK Bhumi Phala, Joyce, mengungkapkan rasa bahagianya dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan kemanusiaan ini.
“Pada kesempatan hari ini, kami berkumpul bersama untuk berdoa dan menyisihkan uang saku untuk para korban bencana alam yang ada di NTT. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di sana. Rasanya senang sekali bisa ikut membantu orang yang terkena bencana,” ujar Joyce di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Guru Bagian Kesiswaan SMK Bhumi Phala, Nasrudin, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini dirancang tidak hanya untuk mengumpulkan bantuan materiil, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan pembentukan rasa empati bagi seluruh peserta didik.
“Harapan kami adalah memupuk rasa empati dari anak-anak kepada mereka yang tertimpa musibah. Di saat hari yang seharusnya membahagiakan ini, saudara-saudara kita di NTT justru diberi ujian oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Melalui aksi ini, anak-anak diharapkan semakin tergugah hatinya dan bisa merasakan penderitaan sesama,” terang Nasrudin.
Nasrudin menambahkan, seluruh hasil penggalangan dana yang terkumpul dari para siswa dan guru—mulai dari nominal Rp5.000, Rp10.000, hingga donasi sukarela lainnya—akan dikumpulkan dan disalurkan secara transparan melalui lembaga amil zakat resmi.
“Dana yang terkumpul dari 1.540 siswa ini akan kami rekap dan setorkan ke kantor Lazismu tingkat kabupaten pada hari esoknya, untuk kemudian diteruskan secara kolektif kepada para korban bencana di NTT,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan dapat terus tertanam kuat dalam diri para siswa SMK Bhumi Phala, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Liputan: Nadhifa Zara



