Tabligh Akbar ke-5 Pondok Ibadurrahman Candiroto, Pesantren Menjadi Jawaban bagi Generasi Emas

Tabligh Akbar ke-5 Pondok Ibadurrahman Candiroto, Pesantren Menjadi Jawaban bagi Generasi Emas. (Foto/Dok)

Temanggung, Proliman News – Sedikitnya seribu jamaah menghadiri kegiatan Tabligh Akbar ke-5 Pondok Ibadurrahman Candiroto di kompleks Pondok Ibadurrahman Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong orang tua agar mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada pondok pesantren.

Jamaah yang hadir berasal dari berbagai wilayah di sekitar Temanggung, terdiri atas jamaah metode Adami, wali santri, undangan, donatur, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat umum. Acara berlangsung dengan penuh antusiasme melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan tausiah.

Ketua Yayasan/Pengurus Pondok Ibadurrahman Candiroto, Ustadz Halim Wahid Adam, mengatakan kegiatan Tabligh Akbar tersebut bertujuan memberikan semangat kepada jamaah, wali santri, dan masyarakat untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta mendukung pendidikan anak-anak di pondok pesantren.

“Alhamdulillah, pagi hari ini kita telah menjalankan kegiatan Tabligh Akbar Pondok Ibadurrahman Candiroto yang ke-5. Jumlah jamaahnya melebihi apa yang kita bayangkan. Kegiatan ini untuk menyemangati para jamaah, wali murid, dan masyarakat agar mencintai Al-Qur’an serta mendorong anak-anaknya mondok di pesantren,” ujarnya.

Mengusung tema Pesantren Menjadi Jawaban untuk Generasi Emas, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda di tengah berbagai persoalan moral yang berkembang di masyarakat.

Menurut Halim, pendidikan pesantren tidak hanya menekankan penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan akhlak, moral, dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap pendidikan tersebut dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

BACA JUGA  Dua Petugas Keamanan Pasar Mangu Boyolali Penganiaya Nenek Sar Terduga Pencuri Bawang Diciduk Polisi

“Ketika anak-anak masuk ke pondok pesantren, harapannya akhlak, moral, tingkah laku, dan seluruh kebaikan yang diajarkan dapat menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Ke depan, kami berharap hal itu memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas,” katanya.

Tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustaz Cahyadi Takariawan, penulis, dosen pesantren, sekaligus trainer di Jogja Family Center asal Yogyakarta. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan tempat bagi santri untuk menimba ilmu sekaligus membentuk akhlak dan adab.

Namun, menurutnya, pendidikan di pesantren perlu didukung oleh lingkungan keluarga agar nilai-nilai yang telah dipelajari santri dapat diterapkan secara berkelanjutan, termasuk ketika mereka kembali ke rumah.

Ia menegaskan bahwa pesantren merupakan mitra orang tua dalam mendidik anak, bukan pihak yang mengambil alih seluruh tanggung jawab pendidikan. Karena itu, orang tua perlu menyelaraskan pola pengasuhan di rumah dengan program pendidikan yang diterapkan di pesantren.

Dengan adanya sinergi antara pesantren dan keluarga, diharapkan santri mampu mempertahankan kebiasaan baik, kedisiplinan, serta adab yang telah dibangun selama menjalani pendidikan di lingkungan pesantren.

Selain diisi tausiah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengapresiasi prestasi santri Pondok Ibadurrahman Candiroto. Halim mengungkapkan, meskipun jumlah santri masih terbatas, yakni baru 11 orang, pihaknya berhasil meraih dua trofi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SMP di Kabupaten Temanggung.

BACA JUGA  Akomodasi 150 Ribu Warga Menoreh, Investor Minat Bangun Rumah Sakit Spesialis di Kulon Progo Utara

Dua penghargaan tersebut diperoleh melalui cabang tahfiz Al-Qur’an dan adzan. Capaian itu dinilai sebagai awal yang baik sekaligus menjadi motivasi bagi pengelola pondok untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan santri.

“Kami merasa sangat luar biasa. Dengan jumlah santri yang masih sedikit, baru 11 orang, ketika mengikuti lomba MAPSI tingkat SMP se-Kabupaten Temanggung, alhamdulillah kami mendapatkan dua piala, yaitu cabang tahfiz Al-Qur’an dan adzan. Bagi kami, ini merupakan awal yang baik,” ungkapnya.

Suasana Tabligh Akbar semakin meriah menjelang akhir acara ketika panitia memberikan kejutan berupa pembagian ratusan hadiah kepada jamaah. Sebelum acara ditutup, jamaah diminta memeriksa bagian bawah kotak makanan yang dibagikan saat kedatangan untuk mengetahui nomor undian yang dapat ditukarkan dengan hadiah.

Beragam hadiah menarik disediakan panitia, mulai dari sembako, madu, pakaian, tas, hingga Al-Qur’an. Hadiah utama berupa sebuah telepon pintar menjadi salah satu kejutan yang paling dinantikan jamaah.

Mulyati, warga Desa Danurejo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, tampak berkaca-kaca saat mengetahui dirinya menjadi penerima hadiah utama berupa telepon pintar. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan hadiah tersebut, terlebih suaminya juga memperoleh hadiah berupa beras seberat lima kilogram.

“Saya sangat senang sekali, tidak menyangka dapat handphone. Suami saya juga dapat beras lima kilogram,” ungkapnya dengan wajah bahagia.

Kegiatan Tabligh Akbar ke-5 Pondok Ibadurrahman Candiroto tersebut diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi antarjamaah, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai agama, pembentukan akhlak, serta kerja sama antara orang tua dan pesantren dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

BACA JUGA  Pengurus APPSI di Kabupaten Diminta Aktif Kerja Sama dengan Bulog dan Pemda

Liputan: Nadhifa Zara

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *