Kulon Progo, Proliman News — Sebanyak 40 karya perupa Kulon Progo dipamerkan pada Kulon Progo Annual Art (KPAA) 2026 di Gedung Kesenian Wates pada Selasa (13/10/2026). Pameran ini mengusung tema “Tatag” menjadi media apresiasi sekaligus edukasi seni dan budaya bagi masyarakat.
Mengusung makna keteguhan mental dan keberanian, tema *Tatag* dipilih bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo ke-75. Seni rupa dihadirkan sebagai refleksi kebersamaan untuk tangguh dan optimistis menghadapi berbagai tantangan zaman.
Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, hadir memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman lokal yang terus produktif. Ia menilai pameran KPAA 2026 menjadi sarana penting dalam memupuk minat seni generasi muda sejak dini.
“Besar harapan saya, pameran ini dapat menumbuhkembangkan minat dan bakat anak-anak kita dalam menyalurkan hobinya di bidang seni rupa,” tutur Agung.
Ia menambahkan bahwa ruang pameran ini diharapkan mampu mencetak perupa berprestasi yang siap membawa nama daerah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Dari ajang seperti inilah kelak lahir perupa-perupa handal Kulon Progo yang akan mengikuti jejak para seniornya,” pungkas Agung.
Selain wadah ekspresi, KPAA 2026 juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi para perupa lokal. Sebanyak 40 karya terpilih merupakan hasil kurasi ketat dari 80 pendaftar yang mencakup mahasiswa, guru, hingga seniman profesional.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, menegaskan bahwa pameran ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku seni melalui jejaring kemitraan.
“Kami mendorong akses pemasaran agar karya seniman kita bisa ditampilkan di lounge hotel maupun bandara sehingga bernilai ekonomi,” ungkap Joko.
Joko menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Gedung Kesenian Wates sekaligus bertujuan mengoptimalkan kembali penggunaan aset kebudayaan milik daerah tersebut.
“Sembari Taman Budaya digunakan atlet untuk persiapan PORDA 2027, kami berpameran di Gedung Kesenian untuk mengabarkan bahwa tempat ini masih bagus untuk berbagai kegiatan,” jelas Joko.
Sisi kemanfaatan pameran ini dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk para pelajar sekolah dasar yang memanfaatkan pameran sebagai media belajar terbuka.
Kehadiran pameran ini disambut antusias oleh pengunjung muda, salah satunya Ida, siswi SD Kedundang yang datang untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.
“Senang sekali lukisannya bagus bagus di sini, sekalian mengerjakan tugas dari Bu Guru untuk mencatat nama-nama pelukis dan hasil karyanya,” tutur Ida dengan gembira.
Agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo dengan alokasi Dana Keistimewaan DIY 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai 13 hingga 27 Oktober 2026, dan terbuka untuk umum setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.(TT)
Liputan: W Maryanti



