FPI Magelang Raya Beri Waktu 2×24 Jam kepada TWB untuk Pastikan Konser Andrea Bocelli di Borobudur

FPI Magelang Raya Beri Waktu 2x24 Jam kepada TWB untuk Pastikan Konser Andrea Bocelli di Borobudur. (Foto/Dok)

Magelang, Proliman News – Puluhan warga yang tergabung dalam kelompok penolak rencana konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur menggelar audiensi dengan pengelola Taman Wisata Borobudur (TWB), Selasa (13/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa meminta kepastian mengenai kelanjutan konser yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Candi Borobudur dan 3 November 2026 di Jakarta.

Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Magelang Raya, Senno Saputro, mengatakan pihaknya memberikan waktu 2 x 24 jam kepada manajemen TWB untuk memastikan apakah kawasan Candi Borobudur tetap digunakan sebagai lokasi konser tersebut.

Audiensi berlangsung di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB) dan dihadiri Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji, Commercial Group Head PT TWB AY Suhartanto, serta Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho.

Sebelum audiensi, puluhan warga berkumpul di Masjid Agung Jawa Tengah untuk menunaikan salat Zuhur berjamaah. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan konvoi mobil dan sepeda motor menuju kantor TWB untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana konser tersebut.

Senno menyampaikan apresiasi atas langkah kepolisian yang disebut telah mencabut rekomendasi terkait penyelenggaraan konser. Ia menilai langkah tersebut menjadi perkembangan positif bagi kelompok masyarakat yang menolak kegiatan itu.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah taktis yang sudah diambil pihak kepolisian dengan langsung mencabut rekomendasi. Ini menjadi kata-kata yang menyejukkan bagi teman-teman pergerakan. Artinya, separuh jalan terkait dengan konser itu sudah batal,” kata Senno.

BACA JUGA  Kawal Sidang Pemakzulan Bupati Sudewo Besuk Polresta Pati Siapkan 3.370 Personel Gabungan, Ngeri !

Ia juga mengapresiasi respons Disparpora Kabupaten Magelang terkait penertiban sejumlah papan reklame atau billboard promosi konser. Menurutnya, keberadaan materi promosi tersebut sebelumnya menimbulkan kekhawatiran bahwa kegiatan tetap akan dilaksanakan.

Namun, dalam audiensi tersebut, pihaknya menerima informasi bahwa billboard promosi telah dibersihkan pada Selasa pagi.

“Artinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang juga merespons aspirasi kami,” ujarnya.

Meski demikian, Senno menilai kepastian dari pihak pengelola TWB masih diperlukan. Menurutnya, keputusan mengenai penggunaan kawasan Borobudur perlu ditegaskan oleh manajemen yang memiliki kewenangan.

“Kami masih memberikan waktu kepada pihak manajemen TWB selama 2 x 24 jam, artinya sampai Kamis, untuk memberikan kepastian apakah Borobudur ini mau tetap dipakai atau tidak,” katanya.

Senno menegaskan, apabila konser tetap dilaksanakan di Borobudur, pihaknya akan terus menyampaikan penolakan terhadap kegiatan tersebut. Ia juga berharap pencabutan rekomendasi di tingkat daerah dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang di tingkat pusat.

Menurutnya, kepastian tersebut penting untuk mencegah munculnya keputusan perizinan yang berbeda di tingkat nasional.

“Kami berharap dari kepolisian, rekomendasi yang sudah dicabut ini diteruskan ke Mabes. Karena ini konser nasional, kami tidak ingin ada persoalan ketika rekomendasi di kabupaten sudah dicabut, tetapi kemudian izin justru keluar dari pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan, penolakan tersebut dilandasi pandangan kelompoknya terhadap dugaan afiliasi dan dukungan Andrea Bocelli terhadap Israel serta Zionisme. Senno menyebut sikap tersebut sejalan dengan prinsip menentang penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

BACA JUGA  Akomodasi 150 Ribu Warga Menoreh, Investor Minat Bangun Rumah Sakit Spesialis di Kulon Progo Utara

Namun, tuduhan mengenai dukungan terhadap pihak tertentu tersebut merupakan pernyataan dari pihak penolak yang perlu diverifikasi secara independen.

Senno berharap dalam waktu yang diberikan, pihak TWB dapat memberikan keputusan yang jelas mengenai penggunaan kawasan Candi Borobudur sebagai lokasi konser.

“Kalau memang Borobudur tidak digunakan untuk konser, artinya aspirasi umat Islam, khususnya di Magelang dan umumnya di seluruh Indonesia, sudah terjawab. Kami memperjuangkan aspirasi umat Islam atas rencana konser yang kami nilai berafiliasi dengan Israel,” katanya.

Sementara itu, Commercial Group Head PT TWB AY Suhartanto mengatakan kepastian mengenai pelaksanaan konser tersebut masih akan dikoordinasikan dengan manajemen pusat. Pihaknya menunggu arahan lebih lanjut sebelum menyampaikan keputusan mengenai kelanjutan kegiatan.

“Kepastian konser ini akan kami koordinasikan dan menunggu arahan dari pusat,” kata Suhartanto.

Hingga audiensi berlangsung, kepastian mengenai penggunaan kawasan Candi Borobudur untuk konser Andrea Bocelli masih menunggu keputusan manajemen pusat. Pihak penolak berharap keputusan tersebut dapat disampaikan sesuai tenggat waktu yang telah mereka berikan.

Liputan: Nadhifa Zara

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *