Dirut PT SBS Arthur Mantiyo: Ide Pengiriman Sampah Kota ke Kulon Progo Konsepnya Sedang Dikaji

Terkait rencana Calon Walikota Yogyakarta dari PDIP Hasto Wardoyo yang akan mengirim sampah ke Kulon Progo untuk diolah oleh PT. SBS, konsepnya sedang dikaji.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Terkait rencana Calon Walikota Yogyakarta dari PDIP Hasto Wardoyo yang akan mengirim sampah ke Kulon Progo untuk diolah oleh PT. SBS, konsepnya sedang dikaji.

Dirut PT. SBS, Arthur Mantiyo Notodipo mengatakan konsep yang diusung dalam pengelolaan sampah di Nglatiyan 1, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo tersebut mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan hidup.

Pihaknya berupaya agar tidak ada limbah yang dihasilkan dalam proses pengolahan tersebut. Sebaliknya, residu sampah yang telah diolah bakal disulap jadi aneka produk lain, salah satu contohnya adalah gerabah.

“Hasil residu itu akan jadi raw material dari karya seni. Kalau kita tahu ada gerabah, nah itu residu sampah yang akan kita manfaatkan. Sehingga nantinya kita berharap ini bukan hanya menjadi sentra dan edukasi persampahan, tapi sentra edukasi kesenian,” ucap Arthur, seperti dikutip detik.com.

Arthur mengatakan teknologi yang diusung dalam proyek besar ini masih dalam proses kajian yang kemungkinan bisa memakan waktu lama.

Ini karena pihaknya tidak ingin teknologi yang digunakan serta pelaksanaan operasional pengolahan sampah membawa malapetaka bagi lingkungan sekitar.

“Terkait dengan masalah teknologi yang digunakan ini sedang kita kaji sekarang, karena teknologinya harus mengacu pada undang-undang yang berlaku di daerah tersebut, karena itu kaitannya dengan kapasitas pengolahan, terus sumber daya manusia, terus turunannya, apakah berbahaya atau tidak, itu yang sedang kita kaji,” jelasnya.

BACA JUGA  Polres Kulon Progo Gelar Gerakan Bazar Pangan Murah di Pasar Sribit Kalurahan Giripurwo Girimulyo

Soal luas lahan yang akan digunakan, Arthur menyebut bakal bertahap. Untuk tahap awal, rencananya mencapai 1 hektare.

“Sebenarnya kalau total (luas lahan) masyarakat sangat luar biasa memberikan keleluasaan kepada kami terkait berapa yang dibutuhkan, tetapi yang dibutuhkan untuk tahap sekarang kami hanya sekitar 1 hektare, dari 1 hektare itu pemanfaatan maksimalnya terkait dengan massa bangunan, fungsi lahan, itu hanya sekitar 7.000 meter persegi,” terangnya.

Dengan luasan tersebut, Arthur optimistis tempat pengolahan sampah ini bisa menampung sedikitnya 50 ton sampah per harinya. “Kapasitasnya nanti secara bertahap, mulai dari di bawah 50 ton per hari, sampai target kita 200 ton per hari,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Ngentakrejo, Sumardi menyatakan sudah tahu tentang rencana pengolahan sampah di wilayah Nglatiyan 1.

Dia termasuk yang ikut saat studi banding dan pelatihan soal pengolahan sampah bersama warga Nglatiyan 1 di Banyumas belum lama ini.

“Iya pelatihan di Banyumas, saya juga ikut. Itu pelatihan pengolahan sampah, jadi sampah dibedakan mana organik dan enggak. Organik untuk pakan hewan, dan lainnya nanti diolah lagi,” ucap Sumardi.

Sumardi berharap proyek ini bisa berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan dari seluruh masyarakat khususnya yang tinggal di Nglatiyan 1. Ke depan, Sumardi akan memastikan kesiapan warga sekitar agar bisa dilibatkan dalam proses pengolahan sampah tersebut.

“Yang jelas pertama kami serahkan ke masyarakat apakah semuanya sudah clear atau tidak, walaupun kemarin sudah beberapa ya, tapi akan saya tanya semua kesiapannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Gempar ! Uang Nasabah Korban BUKP Galur Sebesar Rp 5,3 Miliar Hilang yang Masuk Sistem Hanya 0,5 Persen

Sumber : detik.com

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *