RSUD Tjokronegoro Purworejo dan Fakultas Kedokteran UNY Kolaborasi Koas Mulai 2027

Audiensi dihadiri jajaran manajemen RSUD, Komite Medik, Erwan Atditama serta pimpinan FK UNY. (foto/dok)

Purworejo, Proliman News – RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo Jawa Tengah bergerak cepat mengamankan posisi sebagai rumah sakit pendidikan.

Melalui audiensi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (13/4/2026), kedua pihak mengunci rencana penempatan dokter muda (koas) mulai 2027.

Ini bukan sekadar seremoni. RSUD Tjokronegoro secara terbuka menyatakan kesiapan menjadi wahana pendidikan klinik mulai dari layanan unggulan, fasilitas, hingga sumber daya manusia.

Artinya, rumah sakit ini siap masuk ke arena yang lebih ketat: pelayanan berbasis standar akademik.

Audiensi dihadiri jajaran manajemen RSUD, Komite Medik, Erwan Atditama serta pimpinan FK UNY.

Dari pihak kampus, Dekan Fakultas Kedokteran UNY Kartika Ratna Pertiwi menegaskan bahwa fakultas yang berdiri pada 2023 itu kini berada di fase kritis.

Tanpa dukungan rumah sakit pendidikan, proses klinik mahasiswa tidak akan berjalan optimal.

“Kerja sama ini bukan pilihan tambahan, tapi kebutuhan utama, menjadi garis tegas dari arah pembahasan,” katanya.

RSUD Tjokronegoro di Purworejo diproyeksikan menjadi salah satu basis praktik klinik mahasiswa profesi dokter.

Dampaknya langsung terasa: peningkatan intensitas layanan, percepatan transfer ilmu di ruang praktik, sekaligus tekanan untuk menjaga standar mutu secara konsisten.

Direktur RSUD Erwan Arditama Ismail menyambut positif.

Namun konsekuensinya tidak ringan. Kehadiran koas akan memperketat supervisi klinik dan membuka ruang evaluasi berbasis akademik.

Jika tidak siap, status rumah sakit pendidikan hanya akan menjadi label tanpa substansi.

BACA JUGA  Polisi Lakukan Penguatan dan Koordinasi Lintas Fungsi Jelang Sidang Pemakzulan Bupati Pati Sudewo

Kolaborasi ini menjadi titik uji. RSUD ditantang membuktikan kapasitasnya sebagai institusi layanan sekaligus pendidikan.

Sementara FK UNY harus memastikan lulusannya benar-benar siap menghadapi realitas klinik, bukan sekadar kuat di teori.

Jika dieksekusi serius, kerja sama ini bukan hanya menguntungkan dua institusi, tetapi juga memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *