Dongkrak Ekonomi Masyarakat, DPRD Kota Yogyakarta Terima Tamu DPRD di Kampung Wisata

(foto/dok)

Yogyakarta, Proliman News — DPRD Kota Yogyakarta terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengalihan lokasi penerimaan tamu kunjungan DPRD dari berbagai daerah ke kampung-kampung wisata di Kota Yogyakarta.

Pada Selasa (19/5), penerimaan tamu DPRD Kota Yogyakarta dipusatkan di Kampung Wisata Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Selain menjadi tempat pembahasan materi kunjungan kerja, para tamu juga diajak menikmati suasana hangat kampung wisata dengan beragam potensi unggulan yang dimiliki warga.

Mulai dari cluster herbal dengan produk jamu tradisional, kerajinan fiberglass, batik, blangkon, kerajinan kulit, hingga aneka produk kuliner lokal diperkenalkan langsung kepada para tamu dari berbagai daerah.

Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Bambang Agung Adrijanto, menjelaskan hampir seluruh penerimaan tamu DPRD Kota Yogyakarta kini dialihkan ke kampung wisata sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan masyarakat.

“Dalam satu hari ini setidaknya ada sekitar 200 orang dari 11 kelompok atau rombongan kunjungan DPRD dari berbagai daerah yang penerimaannya dipusatkan di Kampung Wisata Rejowinangun,” ujar Bambang.

Rombongan tamu tersebut di antaranya berasal dari DPRD Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Subang, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pekalongan, Kota Surakarta, hingga Kota Banjarmasin.

Menurut Bambang, konsep penerimaan tamu di kampung wisata merupakan implementasi semangat “gandeng gendong” yang tidak hanya menjadi sarana promosi kampung wisata, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

BACA JUGA  Aksi Demo Ricuh Bakar Dua Mobil dan Lantai Satu Mapolda DIY Malam Ini, Massa Masih Bertahan !

Saat ini, Kota Yogyakarta memiliki 45 kampung wisata yang siap menjadi tujuan kunjungan tamu DPRD maupun OPD dari berbagai daerah.

Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta juga terus menjalin sinergi dengan OPD dan pengelola kampung wisata guna memastikan seluruh agenda penerimaan tamu berjalan optimal dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Indaruwanto Eko Cahyono, mengatakan kebijakan pengalihan penerimaan tamu dari gedung DPRD ke kampung wisata merupakan bentuk keberpihakan DPRD kepada masyarakat.

Ia menyebut, berdasarkan evaluasi kegiatan yang telah berjalan, omzet tertinggi yang pernah diperoleh pelaku usaha kampung wisata dari satu kali kunjungan mencapai Rp11 juta.

“Uang itu berputar di kampung wisata. Bahkan teman-teman DPRD dari luar daerah juga menyampaikan ingin mengaplikasikan konsep seperti ini di daerah mereka,” kata Indaruwanto.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rejowinangun, Dadik Rahmanto, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, penerimaan tamu DPRD di kampung wisata menjadi sarana promosi efektif untuk memperkenalkan Kampung Herbal Rejowinangun beserta produk jamu tradisionalnya kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi pelaku UMKM setempat.

Marni, pelaku UMKM J’GER (Jamu Gendong Rejowinangun), mengatakan selain meningkatkan penjualan saat acara berlangsung, kunjungan tamu dari berbagai daerah turut memperluas promosi produk jamu tradisional miliknya.

Bagi para tamu kunjungan, konsep penerimaan tamu DPRD yang langsung dilaksanakan di kampung wisata dinilai menarik dan inspiratif.

BACA JUGA  Menteri PU : Irigasi Kalibawang Akan Segera Direhabilitasi Tahun Ini Agar Produktivitas Padi Meningkat

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno, menilai langkah DPRD Kota Yogyakarta mampu menghidupkan kelompok sadar wisata di tingkat kelurahan.

“Ini ide yang bagus dan sangat menginspirasi. Nanti Solo pasti akan meniru semacam ini agar Pokdarwis di tingkat kelurahan bisa hidup dan memiliki kegiatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jepara dari Fraksi Partai Gerindra, Arizal Wahyu Hidayat. Ia menyebut konsep penerimaan tamu di kampung wisata menjadi inspirasi pengembangan desa wisata di Jepara.

“Jogja selalu punya sesuatu yang istimewa. Kampung masyarakat bisa dijadikan tempat wisata yang menarik wisatawan. Ini akan kami coba pelajari dan terapkan di Jepara,” katanya.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *