Yogyakarta, Proliman News – Keraton Yogyakarta akan menghadirkan Hajad Dalem Garebeg Besar pada momentum Iduladha 1447H/2026 mendatang, Rabu (27/05/2026) dengan prosesi yang lebih sederhana.
“Betul bahwa kami, Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, belum lama ini nampi Dhawuh Dalem (menerima dhawuh/perintah dari Sultan) untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari besok Garebeg Besar,” ungkap KRT. Kusumanegara, salah satu Abdi Dalem senior berpangkat Bupati Nayaka di Keraton Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Kangjeng Kusuma–sapaan akrabnya–ketika Ingkang Sinuwun sudah paring Dhawuh Dalem atau memberikan perintah/instruksi, maka Abdi Dalem akan melaksanakan tugas yang diinstruksikan sebaik-baiknya.
Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT. Sindurejo menambahkan bahwa sejatinya upacara Garebeg pada masa ke masa juga seringkali mengalami perubahan, sesuai dengan zamannya. “Mulai dari era Sultan terdahulu yang menghadirkan Garebeg sebagai upacara terbesar lengkap dengan kehadiran Sultan dan regalianya, kemudian sempat mengalami penyederhanaan pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Bahkan pada masa pemerintahan Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 ini juga ada perubahan bentuk upacara Garebeg ketika pandemi Covid-19 melanda.
“Ini menunjukkan bahwa rangkaian upacara budaya dapat berubah sesuai masanya, situasi dan kondisinya, asalkan esensinya tetap sama,” tambah Kangjeng Sindurejo.
Oleh sebab itu, pemberian sedekah dari raja pada kawula tetap diwujudkan dengan pembagian ubarampe pareden kepada seluruh Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta.
“Secara prosesi, karena ada dhawuh untuk disederhanakan jadi secara penyelenggaraan mirip seperti Garebeg ketika pandemi Covid-19 kemarin. Tidak ada gunungan yang keluar dari keraton, tidak ada iring-iringan prajurit juga. Seluruh ubarampe pareden nantinya hanya akan dibagikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta,” papar Kangjeng Kusumanegara.
Dengan demikian, rangkaian upacara yang mengawali Hajad Dalem Garebeg Besar Dal 1959 juga akan ditiadakan sebagai akibat dari penyederhanaan prosesi Garebeg besok.
Prosesi seperti Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik yang sedianya digelar tiga hari sebelum penyelenggaraan Garebeg Besar pun ditiadakan.
“Sesuai arahan yang kami terima, para Abdi Dalem akan melaksanakan Dhawuh Dalem tersebut dengan sebaik-baiknya,” tutup KRT. Kusumanegara.
Perlu kita tahu Hajad Dalem Garebeg merupakan salah satu upacara adat yang rutin digelar oleh Keraton Yogyakarta tiga kali dalam setahun, Garebeg Sawal untuk memperingati Idulfitri, Garebeg Besar untuk memperingati Iduladha, dan Garebeg Mulud untuk memperingati Maulid (Hari Kelahiran) Nabi Muhammad SAW.
Kraton juga usai menggelar Garebeg Sawal pada Idulfitri 1447 H/2026 lalu (20/03/2026).
Liputan : W Maryanti



