Menunggu Armusna Jamaah ‘Aisyiah Napak Tilas Perjalanan Kanjeng Nabi

Arab Saudi, Proliman News–Kegiatan pokok harian jamaah haji di mekah adalah mengikuti sholat berjamaah di masjidil harom. Jarak antara hotel dengan harom lebih kurang 2,5 km.

Dengan begitu sebagian jamaah lebih memilih memakai bus sholawat yg berhenti didepan hotel. Bus sholawat sendiri beroperasi selama 24 jsm non stop.

Artinya kapanpun jamaah haji mau pergi ke harom bisa naik bus. Sebagian yang lain khususnya yang muda-muda lebih memilih berjalan kaki, dengan alasan jika naik bus harus antri dan jalurnya memutar sehingga kadang lebih lamanya sampainya.

Baik ketika menuju harom maupun pulang ke hotel. Sebagian yang lain memulih kombinasi, jika berangkatnya naik bus, maka pulsngnya jalan kaki dan sebaliknya.

Kegiatan yang lain adalah napak tilas perjuangan kanjeng nabi.

Jamaah mengunjungi bukit tsur, diitu terdapat gua tempat persembunyian yang pada saat kanjeng nabi tl hijrah ke madinah dan dalam pengeharaman tentara quroys.

Saat itu bahkan shohabat abu bakar sempat khawatir karena mendengar langkah kaki diatas gua. Lalu ditenangksn oleh Kanjeng Nabi” tenanglah wahai abu bakar Allooh bersama kita”. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan tiba tiba ada burung membyat sangkar dimulut gua. Dalam riwayat lain dusebutkan ada laba laba bikin sarang dimulut gua. Sehinggsa pengejaran rosul berkesimpulan tidak mungkin dalam gua ada penghuninya. Dan sebagaimana yang kita ketahui akhirnya kanjeng nabi lolos sampai madinah.

BACA JUGA  Khoul Ki Ageng Makukuhan di Wonosari Temanggung Jateng, Agus Setyawan: Beliau Pahlawan Pertanian

Kunjungan dilanjutkan untuk melihat dari jauh lokasi arofah tempat wukuf, musdzalifah tempat mabit dan mina tempat melempar jumrah. Dari kejauhan terlihat juga masjid namiroh.

Ke jabal nur.
Digunung inilah kanjeng nabi pertama kali mendapatkan wahyu. Tepatnya di gua hira. Lokasinya sangat tinggi, membutuhkan 1,5 sampai 2 jam jalan kaki dengan posisi menanjak.

Jamaah kemudian membayangkan betapa berat perjuangan rosululloh bersama shahabat saat itu yang berjalan disiang hari yang panasnya bisa mencapai 49 derajat celcius dengan jarak tempuh lebih kurang 500 km, jika ditempu dengan bus saat ini butuh waktu 6 jam.

Akhirnya kita yang diwarisi risalah kenabian ini harus mensyukuri dengan menjalankan perintah Allooh dan menjauhi larangan Allooh semaksimal mungkin. Semoga

Tri Suyutiyanto karom 4 mengabarkan dari mekah almukaromah

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *