Gas Melon 3 Kilogram Bersubsidi Bakal Diganti Compressed Natural Gas (CNG) Mulai Tahun 2026 ini
Jakarta, Proliman News — Pemerintah menargetkan penggunaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) mulai tahun 2026 ini.
“CNG mulai diterapkan masyarakat pada tahun ini sebagai alternatif pengganti LPG,” Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut distribusi awal akan difokuskan di kota-kota besar di Pulau Jawa sambil menyiapkan infrastruktur dan pola penyaluran secara bertahap.
Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa implementasi CNG tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, melainkan bertahap sesuai kesiapan daerah.
Pemerintah menargetkan program ini dapat mengurangi ketergantungan pada impor LPG serta menekan beban subsidi energi hingga 30 persen.
Selain lebih efisien, CNG juga diklaim lebih aman karena menggunakan tabung komposit fiber yang lebih ringan dan kuat, serta lebih ramah lingkungan dengan emisi karbon yang lebih rendah dibanding LPG.
Sejumlah kajian pemerintah juga menyebut Indonesia memiliki potensi gas alam berlebih (over supply) yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian energi nasional melalui transisi ke CNG sebagai energi alternatif domestik.
Ia menyatakan pemerintah menguji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi sebagai bahan bakar alternatif utama di sektor domestik.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan ketergantungan terhadap impor elpiji yang terus membengkak dan membebani postur APBN.
Melalui integrasi jaringan pipa dan klaster pasokan gas bumi, program konversi ini difokuskan untuk menyasar sektor utilitas dapur rumah tangga secara masif di sejumlah wilayah perkotaan.
Selain bertujuan memangkas volume impor energi, penggunaan CNG ini secara bertahap diproyeksikan untuk menggantikan tabung elpiji tiga kilogram atau “gas melon” yang skema subsidinya dinilai masih kurang tepat sasaran.
Pemanfaatan CNG diklaim jauh lebih ekonomis bagi pengeluaran bulanan masyarakat serta menawarkan standar keamanan yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan gas tabung konvensional.
Liputan : Suyono Sugondo / Berbagai Sumber



