Polsek Pengasih Menangkap AW (32) karena Menggondol Tiga Buah HP Milik Pelajar SMP 4 Pengasih

"Kejahatan bisa muncul dengan berbagai modus. Karena itu anak-anak perlu dibekali pemahaman agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang asing," ujarnya. (foto/polisi)

Kulon Progo, Proliman News — Lelaki berinisial AW (32), warga Kokap, Kulon Progo diamankan Polsek Pengasih Kulon Progo dan menjalani proses hukum setelah mengambil tiga buah HP milik pelajar SMP 4 Pengasih yang hendak menolongnya.

Peristiwa tersebut bermula ketika ketiga korban yang masih berusia 12 hingga 13 tahun pulang membeli bahan praktik tugas kelompok pada Minggu (3/5/2026) sore.

Dalam perjalanan, mereka dihampiri pelaku yang meminta bantuan untuk diantar ke sekitar SMP Negeri 4 Pengasih dengan alasan akan melakukan transaksi telepon genggam.

Karena iba dan tidak menaruh curiga, para korban bersedia membantu.

Sesampainya di lokasi, pelaku menawarkan pemasangan aplikasi pada telepon genggam milik korban dengan dalih untuk memeriksa keamanan perangkat.

Korban yang masih berusia anak-anak mempercayai penjelasan tersebut dan menyerahkan telepon genggamnya kepada pelaku.

Sambil menunggu proses pemasangan aplikasi, para korban sempat menawarkan minuman kepada pelaku.

Tak lama kemudian, pelaku meminta dibelikan air mineral di warung terdekat karena merasa minuman diberikan terlalu manis.

Tanpa menaruh curiga, ketiga korban pergi membeli air mineral.

Namun saat kembali ke lokasi, pelaku sudah menghilang bersama tiga unit telepon genggam milik mereka.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp5 juta yang terdiri atas dua unit Samsung Galaxy A15 dan satu unit telepon genggam merek Infinix.

Mendapat laporan dari masyarakat, Unit Reskrim Polsek Pengasih segera melakukan penyelidikan.

BACA JUGA  Pengendara Sepeda Motor Meninggal di TKP Setelah Dihajar Mobil Pick Up L 300 di Tuksono Sentolo

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Jumat (8/5/2026), petugas menemukan seseorang yang ciri-cirinya sesuai dengan pelaku di sekitar lapangan sepak bola wilayah Pengasih.

Pelaku diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Polsek Pengasih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses penyidikan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya.

Kapolsek Pengasih AKP Toha mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan mengingatkan mereka untuk tidak mudah mempercayai orang yang belum dikenal.

“Kejahatan bisa muncul dengan berbagai modus. Karena itu anak-anak perlu dibekali pemahaman agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang asing,” ujarnya.

Kasus ini memperlihatkan bahwa kejahatan tidak selalu dilakukan dalam bentuk ancaman ataupun kekerasan.

Dalam banyak perkara, pelaku justru memanfaatkan rasa percaya, empati, dan kepolosan korban untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum.

Liputan : Galang Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *