Perekonomian Kulon Progo Naik Menjadi 5,69 Persen atau Peringkat Dua Pertumbuhan se-DIY

– Harga lelang cabai hari ini di Pantai Selatan Kulon Progo kembali jatuh di angka Rp 19.600 per kilogram. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Di tengah situasi perekonomian riil di masyarakat lesu, karena berbagai harga naik serta terpuruknya nilai rupiah terhadap dolar AS, Pemerintah Kulon Progo tiba-tiba mengeluarkan statemen mengejutkan.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatatkan tren positif laju pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,69 persen pada triwulan I tahun 2026 sehingga menempatkan wilayah itu di peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi di DIY.

Dikutip Antara, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Rabu, menyatakan apresiasinya atas capaian tersebut dan menyebut keberhasilan itu merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, sektor swasta, hingga akademisi dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Kami bersyukur dan bangga atas capaian ini. Terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja keras menggerakkan ekonomi masyarakat, serta dukungan dunia usaha dan pemangku kepentingan yang terus menjaga iklim investasi tetap kondusif,” kata Agung.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo pada triwulan I-2026 mengalami lonjakan signifikan sebesar 1,84 poin dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di angka 3,85 persen.

Dalam daftar pertumbuhan ekonomi kabupaten atau kota se-DIY, Kulon Progo berada di posisi kedua, tepat di bawah Kabupaten Sleman yang tumbuh sebesar 6,69 persen.

Sementara posisi ketiga ditempati Kota Yogyakarta dengan 5,67 persen, diikuti Kabupaten Bantul 5,47 persen, dan Kabupaten Gunungkidul 4,68 persen.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Lajiyo Yok Mulyono: 150 Ribu Warga di Wilayah Kulon Progo Utara Butuh Rumah Sakit Tipe A

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo Muh Aris Nugroho mengatakan bahwa angka pertumbuhan di atas 5,5 persen tersebut menjadi fondasi kuat untuk mencapai target makro ekonomi daerah sepanjang 2026.

“Momentum ini menjadi awal yang krusial. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan tren positif ini pada triwulan-triwulan berikutnya,” kata Aris.

Meski mencatatkan hasil yang menggembirakan, Aris menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak akan lengah. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat serta pengendalian inflasi lokal.

“Langkah antisipatif tetap menjadi prioritas kami. Harapannya, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo tidak hanya tumbuh secara cepat, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Liputan : Bagus Aryo / Antara

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *