Di Akmil Magelang Para Menteri Kabinet Merah Putih Kembali Digembleng Wawasan Kebangsaan dan Patritosme

Pembekalan dan retreat di Komplek Akmil Magelang ternyata tidak hanya diikuti para menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, tetapi juga wajib bagi Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden. (foto/ist)

Magelang, Proliman News – Pembekalan dan retreat di Komplek Akmil Magelang ternyata tidak hanya diikuti para menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, tetapi juga wajib bagi Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden. 

Mereka  mendapatkan gemblengan berupa materi tentang bernegara dan pemerintahan, termasuk materi penting soal pencegahan korupsi.

Selain mendapatkan berbagai materi tentang pemerintahan, para peserta retreat juga memiliki waktu untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri.

“Sebab Presiden Prabowo dalam arahannya meminta seluruh anggota kabinet bersatu, membangun sebuah super team total football yang siap menjalankan pemerintahan,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi.

Hasan Nasbi mengatakan alasan pemilihan lokasi di Akmil Magelang, karena tempat ini merupakan simbol perjuangan dan memiliki nilai historis.

“Kenapa dilaksanakan di Magelang, karena di sini juga salah satu simbol perjuangan, simbol heroisme di sana,” ujarnya.

Dengan kemah militer ini guna meneguhkan nilai patriotik, itu sebabnya kabinet ini dinamakan sebagai Kabinet Merah Putih.

“Karena patriotisme harus menjadi inti dari perjuangan Kabinet ini,” sambungnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengungkapkan alasan mengajak para menteri ke mengikuti pembekalan di Magelang.

“Saudara, saya sangat mengutamakan kerja sama sebagai tim. Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan mengajak saudara ke Magelang di mana kita akan melaksanakan beberapa hari menambah pembekalan, kemudian kita akan adakan koordinasi-koordinasi di kawasan akademi militer,” katanya.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tunda Transaksi Rekening Koordinator AMPB Rp80,9 Juta Jelang Aksi Unjuk Rasa

Presiden Prabowo meyakini, pembekalan nanti akan membawa banyak manfaat.

Prabowo menjelaskan, Magelang merupakan kota bersejarah yang dulunya merupakan salah satu tempat perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah.

“Magelang merupakan suatu sentra perlawanan kita terhadap penjajah mulai ratusan tahun dikenal sebagai darah perjuangannya Pangeran Diponegoro di antara 5 gunung itu saya kira cukup membawa suatu aura tradisi keberanian, tradisi heroisme, tradisi cinta tanah air,” tambahnya.

Liputan : Tim

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *