Yogyakarta, Prolimannews – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengusulkan agar seluruh jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai beralih menggunakan e-paspor di masa mendatang.
Usulan ini disampaikan saat menerima laporan perkembangan kepulangan jemaah haji dari Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY, Silvia Rosetti, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (25/06).
Sri Paduka berharap DIY bisa menjadi pelopor inovasi ini demi meningkatkan kenyamanan jemaah dan efisiensi kerja petugas di lapangan.
Inovasi Pelayanan Haji yang Diusulkan
- Penerapan E-Paspor Masal: Penggunaan e-paspor dinilai dapat mempercepat proses pemeriksaan imigrasi, baik saat keberangkatan/kepulangan di Indonesia maupun saat tiba di Arab Saudi. Hal ini akan menghemat waktu dan tenaga jemaah secara signifikan.
- Edukasi Teknologi Digital: Jemaah disarankan mendapat pembekalan mengenai perangkat digital sebelum keberangkatan. Edukasi ini mencakup pemahaman pentingnya atribut wajib seperti gelang QRIS dan kalung ID yang tidak boleh dilepas selama beribadah.
”Justru dari DIY bisa jadi pelopor (e-paspor), demi kemudahan petugas dan kenyamanan jemaah, meskipun memang belum ada instruksi langsung dari pemerintah pusat.” Ujar KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur DIY.
Silvia Rosetti melaporkan bahwa fase kepulangan jemaah haji melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) yang dijadwalkan berlangsung dari 1 Juni hingga 30 Juni 2026 berjalan dengan aman dan lancar.
Berikut adalah data kepulangan jemaah per 25 Juni 2026:
Total Kloter: 26 Kloter, Kloter yang Sudah Tiba: 19 Kloter,Total Jemaah yang Sudah Pulang: 6.811 Jemaah
Di akhir pertemuan, Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY turut mengundang Sri Paduka untuk hadir menyambut kedatangan jemaah haji kloter terakhir yang dijadwalkan mendarat pada akhir Juni ini.
Liputan: Galang Andika Pratama



