Pembangunan Groundsill Srandakan di Sungai Progon Capai 77 Persen Juli – Agustus Bakal Dikebut

Dengan sisa pekerjaan sekitar 22 persen, proyek Groundsill Srandakan diharapkan dapat rampung sesuai target pada akhir 2026. (foto/dok)

Bantul, Proliman News — Pembangunan Groundsill Srandakan di Sungai Progo terus berjalan sesuai target.

Hingga akhir Juni 2026, progres fisik proyek pengendali aliran sungai yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bantul dan Kulon Progo itu telah mencapai 77,35 persen.

Perkembangan tersebut diketahui saat Komisi C DPRD DIY melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek, Kamis (25/6/2026).

Infrastruktur senilai Rp213 miliar tersebut dibangun sebagai upaya menjaga stabilitas Sungai Progo sekaligus melindungi berbagai infrastruktur penting yang bergantung pada sungai tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dicky Maulana, menjelaskan pekerjaan konstruksi telah berlangsung sejak Oktober 2025 dan saat ini memasuki tahap penyelesaian bagian utama di sisi barat sungai.

“Main dam di sisi timur sudah selesai. Sekarang fokus pekerjaan berada di sisi barat, baik untuk main dam maupun sub dam yang masuk wilayah Kulon Progo,” kata Dicky.

Ia menjelaskan groundsill yang dibangun merupakan pengganti bangunan lama yang rusak akibat banjir besar Sungai Progo pada Januari 2025. Struktur baru memiliki panjang sekitar 300 meter dan dirancang lebih kuat untuk menghadapi potensi gerusan sungai.

Menurut Dicky, musim kemarau menjadi momentum penting untuk mempercepat pekerjaan konstruksi karena kondisi debit air sungai lebih rendah dibanding musim penghujan.

“Musim kemarau menjadi waktu yang sangat efektif karena debit sungai lebih rendah. Kami targetkan pekerjaan utama selesai sebelum musim penghujan sehingga akhir tahun nanti tinggal menyelesaikan pekerjaan pendukung,” ujarnya.

BACA JUGA  Korupsi Bandwidth Internet Mantan Kepala Dinas Kominfo Sleman Eka Suryo Prihantoro Divonis 4 Tahun Penjara

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai proyek tersebut memiliki peran vital karena Sungai Progo tidak hanya menjadi sumber air irigasi pertanian, tetapi juga menopang kebutuhan air baku masyarakat.

“Juni hingga Agustus merupakan masa yang tepat untuk mempercepat pekerjaan. Kami berharap proyek ini dapat selesai sesuai kontrak sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Amir.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, menilai kualitas konstruksi groundsill yang baru lebih baik dibanding bangunan sebelumnya. Penguatan struktur dilakukan melalui pemasangan tiang pancang hingga kedalaman sekitar 12 meter di bawah pondasi.

“Konstruksi yang baru ini jauh lebih kuat. Harapannya dapat bertahan lebih lama dan mampu mengantisipasi gerusan sungai yang selama ini menjadi tantangan,” ujarnya.

Selain memastikan pembangunan selesai sesuai jadwal, DPRD DIY juga menyoroti pentingnya pengawasan pascapembangunan. Aslam mengingatkan agar aktivitas penambangan pasir di kawasan Sungai Progo tetap terkendali sehingga tidak mengganggu kestabilan bangunan.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pelaku usaha penambangan agar aktivitas yang dilakukan tidak berdampak pada konstruksi groundsill,” katanya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha penambangan, ikut menjaga keberadaan groundsill sebagai aset publik yang memiliki fungsi strategis.

“Kalau dirawat bersama, groundsill ini bisa bertahan hingga 10 tahun tanpa perbaikan. Ini aset bersama yang harus dijaga agar anggaran yang sudah dikeluarkan negara tidak sia-sia dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

BACA JUGA  70 Gerobak Angkirngan dan UMKM Akan Meriahkan Silaturahmi Idul Fitri di Kepatihan Senin Besuk

Dengan sisa pekerjaan sekitar 22 persen, proyek Groundsill Srandakan diharapkan dapat rampung sesuai target pada akhir 2026.

Keberadaan bangunan tersebut nantinya akan memperkuat pengendalian aliran Sungai Progo, melindungi infrastruktur di sekitarnya, serta menjamin keberlanjutan layanan irigasi dan penyediaan air baku bagi masyarakat di Bantul dan Kulon Progo.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *