Ribuan Massa Gelar Aksi Demo di Mapolda DIY Desak Usut Tuntas Kasus Penusukan Santri Al Munawir Krapyak

Jika tabungan atau deposito masyarakat di BUKP Galur, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo tidak bisa segera dicairkan alias semakin ruwet maka tidak menutup kemungkinan ada rush atau penarikan dana besar-besaran di seluruh BUKP di DIY.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Yogyakarta, hari ini menggelar aksi demo di depan Mapolda DIY.

Mereka mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penusukan dua santri Ponpes Al Munawir Krapyak oleh sekelompok orang yang disebut sebagai Pok Timor.

Aksi demo dilakukan karena belum semua pelaku pengeroyokan dan penusukan tersebut ditangkap hingga hari ini.

Melalui orasi-orasinya sejumlah santri meminta aparat kepolisian Polda DIY segera mengusut tuntas kasus penusukan ini dan menangkap semua pelaku yang terlibat tanpa pandang bulu.

Massa juga mendesak semua pelaku yang terlibat dalam kasus penusukan brutal ini untuk datang ke Ponpes Al Munawir Krapyak untuk meminta maaf dan menyelesaikan masalah ini secara beradab.

Massa aksi bukan saja santri & santriwati,  Al-Munawir dan Alimaksum ), ada juga dari dari Ponpes An-Nur serta Pandanaran, dan datang dari berbagai daerah Kulon Progo dan Gunung Kidul.

“Ada juga ibu-ibu Muslimat NU serta beberapa organisasi jugaa ikut,” ujar Ahmad Sodiq perndamping massa dari Kulon Progo.

Aksi ini mendesak Polda DIY mengusut tuntas kasus penusukan santri karena beberapa diantaranya ada yang belum ditangkap, lanjutnya.

Bukan hanya saja usut tuntas tetapi juga menyuarakan agar peredaran miras di DIY dihentikan dan menekankan untuk dibuatkan perda tentang anti miras.

“Tadi Kapolda DIY menerima aspirasi para santri dan akan mengusut tuntas tragedi penusukan santri secara brutal dan gelap mata itu,”tambahnya.

BACA JUGA  Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan Cucu KH Hasyim Ashari Diangkat Jadi Menteri Haji dan Umroh

Kasus pengeroyokan dan penusukan sendiri diduga oleh Pok Timur di warung sate Cak Subah Prawirotaman. Pada hari Rabu 23 Oktober 2024 pukul 21.20 wib.

Tepanya di warung sate madura Cak Subah Prawirotaman (depan toko Dewi Tara) Jl. Parangtritis, Kampung Mantrijeron, Kalurahan Mantrijeron, Kapanewon Matrijeron, Kota Yogyakarta.

Pengeroyokan dan penusukan yang diduga oleh Pok Timur terhadap dua santri Al Munawir, yangs edang antri pesanan sate ayam saat makan malam.

Kedua korban mengalami luka tusuk serius dan kini masih harus dirawat di rumah sakit.

Liputan : Reynaldi Dwi Maulady

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *