SPMB SMP di Kulon Progo Diumumkan, 531 Kursi Kosong Ada SMP Hanya Mendapat 4 – 5 Siswa Baru

Kepala Dikpora Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M menyatakan hasil SPMB Kulon Progo 2026 akan dievaluasi secara menyeluruh.
Kepala Dikpora Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M menyatakan hasil SPMB Kulon Progo 2026 akan dievaluasi secara menyeluruh.

Kulon Progo, Proliman News – SPMB SMP Negeri Kulon Progo 2026/2027 hanya terisi 4.013 atau 88,3 persen dari 4.544 kursi yang ada.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo mengumumkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri tahun ajaran 2026/2027, Kamis (2/7/2026).

Dari total daya tampung 4.544 kursi yang tersedia di 36 SMP Negeri se-Kulon Progo dengan 142 rombongan belajar kelas VII, sebanyak 4.013 kursi (88,3 persen) telah terisi, sehingga menyisakan 531 kursi kosong yang tersebar tidak merata di berbagai kapanewon.

SPMB SMP Kulon Progo tahun ini membagi kuota ke dalam lima jalur, yakni Domisili (sekitar 10 persen kuota), Radius (20 persen), Afirmasi (25 persen), Prestasi (5 persen), dan Wilayah (40 persen).

“Capaian masing-masing jalur menunjukkan pola yang menarik untuk dicermati,” ujar Kepala Dinas Dikpora Kulon Progo Nur Wahyudi.

Jalur Domisili Radius dari 437 kuota terisi 423 (96,8 persen), jalur Afirmasi dari 907 kuota terisi 800 (88,2 persen), jalur Prestasi dari 1.136 kuota terisi 958 (84,3 persen), jalur Domisili Wilayah dari 1.851 kuota terisi 1.826 (98,6 persen), sementara jalur Mutasi hanya terisi 6 dari 213 kuota yang disediakan, atau setara 2,8 persen.

Prosentase yang rendah dari keterisian jalur Prestasi ini menjadi temuan paling mencolok dari hasil SPMB tahun ini.

BACA JUGA  Baharuddin Kamba: JCW Apresiasi Langkah Polda DIY Tersangkakan Lurah Condong Catur RCS

Kuota jalur prestasi di 36 SMP Negeri yang rata-rata 84 persen praktis dibawah jalur-jalur lain, kecuali jalur mutasi yang memang biasanya rendah.

Disparitas antarwilayah menunjukkan Kapanewon di kota penuh, sementara di wilayah perbukitan Menoreh masih longgar.

Pemetaan per kapanewon memperlihatkan jurang yang tajam antara wilayah perkotaan/dataran dan wilayah perbukitan.

Empat kapanewon, yaitu Temon, Wates, Panjatan,

dan Galur, mencatat keterisian penuh 100 persen di seluruh SMP Negerinya.

Kapanewon Nanggulan bahkan tercatat melebihi kuota (100,8 persen) sebelum disesuaikan dengan dua siswa yang mengundurkan diri pascapenetapan.

Sentolo (98,9 persen) dan Lendah (93,5 persen) turut menunjukkan animo tinggi.

Di sisi lain, dua kapanewon di kawasan Perbukitan Menoreh, yakni Girimulyo (51,2 persen) dan Samigaluh (52,2 persen), hanya terisi sekitar separuh dari kuota yang tersedia.

Kokap (83,5 persen) dan Kalibawang (84,9 persen) relatif lebih baik meski masih di bawah rata-rata kabupaten.

Pada level sekolah, dua SMP Negeri mencatat keterisian terendah se-Kulon Progo, yaitu SMP Negeri 4 Pengasih dan SMP Negeri 3 Samigaluh, yang masing-masing baru terisi 5 dari 64 kursi (7,8 persen).

SMP Negeri 3 Girimulyo turut menjadi perhatian dengan keterisian 36 dari 128 kursi (28,1 persen).

Pola ini sejalan dengan tren demografi peserta didik yang selama ini menjadi dasar kajian regrouping satuan pendidikan di Kulon Progo, di mana wilayah perbukitan mengalami penurunan jumlah lulusan SD/MI yang lebih cepat dibanding wilayah dataran.

BACA JUGA  Pelapor Intimidasi Malah Jadi Tersangka, JPW Desak Polda DIY Audit Polresta Sleman

Tercatat empat siswa mengundurkan diri (undur diri) setelah proses penetapan, masing- masing satu siswa di SMP Negeri 1 Sentolo, satu siswa di SMP Negeri 1 Kokap, dan dua siswa di SMP Negeri 2 Nanggulan.

Kursi yang ditinggalkan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Nur Wahyudi, menyampaikan bahwa secara umum hasil SPMB SMP tahun ini menunjukkan animo masyarakat yang baik, namun disparitas antarwilayah perlu menjadi perhatian bersama.

Empat jalur pendaftaran selain prestasi terserap dengan baik, di atas 88 persen. Namun rendahnya keterisian jalur prestasi akan kami evaluasi, apakah karena persyaratan dokumen, sosialisasi, atau faktor lain, agar tahun depan jalur ini benar-benar dimanfaatkan siswa berprestasi secara optimal, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi sekolah di wilayah Girimulyo dan Samigaluh yang masih longgar kuotanya akan menjadi bagian dari kajian penataan satuan pendidikan yang tengah berjalan, guna memastikan layanan pendidikan tetap merata dan berkualitas bagi seluruh anak Kulon Progo, di mana pun domisilinya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *