Kukuhkan Pengurus Baru, Bupati Dorong Tuwanggana Menjadi Pioner Pembangunan

Bupati meminta agar seluruh anggota dan pengurus Tuwanggana mampu menjadi pioner atau pelopor dalam pembangunan daerah. Pembangunan yang dimaksud tidak hanya fisik, tetapi juga bagaimana menggali dan mengembangkan potensi lokal yang ada di setiap wilayah Kulon Progo. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Prolimannews – Langkah baru bagi kemajuan daerah kembali ditorehkan. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, resmi mengukuhkan kepengurusan baru Pirukunan Tuwanggana Kulon Progo periode terbaru di Ruang Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo, pada Selasa (30/6/2026). Sebanyak 19 pengurus baru hasil Musyawarah Daerah (Musda) tersebut kini resmi dinakhodai oleh Drs. Haryana selaku ketua terpilih.

​Acara pengukuhan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Sekretaris Pirukunan Tuwanggana DIY Arie Bowo Laksono yang hadir mewakili Ketua Umum KPH Noto Negoro. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kulon Progo H. Suharto, Kepala Dinas PMD, dewan pakar, jajaran Panewu, Lurah, serta para pinatuwo (sesepuh) Tuwanggana se-Kabupaten Kulon Progo.

​Dalam sambutannya, Sekretaris Pirukunan Tuwanggana DIY, Arie Bowo Laksono, memberikan apresiasi yang tinggi atas kiprah nyata Tuwanggana Kulon Progo yang dinilai sangat aktif di masyarakat. Keaktifan ini bukan tanpa bukti; Tuwanggana Kulon Progo menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet juara dalam lomba inovasi melalui ajang bergengsi Sumunar Award 2025.

Demi keberlanjutan prestasi dan kontribusi tersebut, Arie juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah.

“Kami memohon dukungan dari Bapak Bupati agar ke depan ada penguatan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tuwanggana. Hal ini sangat penting agar peran dan legalitas Tuwanggana semakin kuat dalam mengawal program-program ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA  Komisi C DPRD DIY Monitoring Normalisasi DAS Serang di Giripeni, Wates

​Sinyal positif dan motivasi besar pun langsung direspons oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa Tuwanggana bukan sekadar paguyuban, melainkan motor penggerak yang strategis bagi masyarakat.

​Bupati meminta agar seluruh anggota dan pengurus Tuwanggana mampu menjadi pioner atau pelopor dalam pembangunan daerah. Pembangunan yang dimaksud tidak hanya fisik, tetapi juga bagaimana menggali dan mengembangkan potensi lokal yang ada di setiap wilayah Kulon Progo.

​”Tuwanggana harus mengambil peran di garda terdepan sebagai pioner pembangunan. Dengan mengoptimalkan potensi lokal yang kita miliki, kita bisa bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan wilayah Kulon Progo yang kita cintai ini,” tegas Bupati Agung Setyawan di hadapan para pengurus.

​Pengukuhan 19 pengurus baru ini diharapkan menjadi babak baru bagi Pirukunan Tuwanggana Kulon Progo untuk terus berinovasi, bersinergi dengan pemerintah, dan menjadi inspirasi bagi kemajuan desa dan kelurahan di seluruh Kulon Progo.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *