PWNU dan PCNU se Riau Gelar Deklarasi Dukung Gus Yusuf Jadi Ketua Umum PBNU

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengatakan dirinya telah menyambangi dan bersilaturahmi dengan 22 PWNU di Indonesia. (foto/ist)

Magelang, Proliman News – KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf melakukan safari ke Provinsi Riau untuk bertemu dengan PWNU dan PCNU se-Riau, jelang Muktamar NU ke-35, 27 – 31 Agustus 2026 mendatang.

Acara yang digelar di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru Rabu (15/7/2026) malam tersebut Gus Yusuf menyaksikan deklarasi pengurus wilayah dan cabang NU di Riau terhadap Gus Yusuf sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Hadir Ketua PWNU Riau Abdul Khalim Mahali dan sejumlah pengurus PWNU Riau, PCNU kabupaten dan kota di Riau dan PCNU Kabupaten Bintan Kepulauan Riau.

Hadir pula sejumlah kyai dan pimpinan pondok pesantren seperti KH Abdurrahman Qoharuddin, KH Zainuddin Nur, KH Abu Yazid, Koordinator Wilayah Sumatera Dedy Syahrul dan Ketua PCNU Temanggung Gus Nurul Yaqin.

“Kami PWNU dan PWNU se-Provinsi Riau siap mensukseskan dan memenangkan Gus Yusuf sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar di Tambakberas,” ujar mereka serentak.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengatakan dirinya telah menyambangi dan bersilaturahmi dengan 22 PWNU di Indonesia.

Setiap pertemuan ia mengaku menerima keluhkan dan curhatan dari pengurus di daerah tentang tata kelola dan persoalan yang terjadi di tubuh PBNU.

BACA JUGA  Polres Kulon Progo Raih Penghargaan Peringkat I IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Wates

Gus Yusuf mengakui kalau konflik yang terjadi di PBNU berdampak luar biasa.

Di struktur, program-program NU macet, ratusan SK pengurus mangkrak dan tidak terbit.

“Ada konfercab yang telah selesai satu tahun tapi SK-nya belum keluar, ada yang masa bakti habis tapi tak mendapatkan izin menggelar kokonfercab. Ini berdampak ke banyak hal. Ada PCNU yang mendapatkan bantuan hibah tetapi karena SK pengurus tidak keluar maka menjadi temuan BPK dan harus mengembalikan uangnya,” jelasnya.

Di kultur dampaknya juga luar biasa, yang viral di media sosial hanya soal konflik. Ini sangat memalukan. Bahkan dampaknya hari ini pesantren-pesantren NU mengalami penurunan jumlah santri secara drastis. Ini alarm keras bagi NU, paparnya.

Ia mengatakan konflik yang terjadi di tubuh PBNU menjadi keprihatinan para masyayikh dan kyai-kyai.

Oleh sebab muktamar nanti harus menjadi muktamar yang solutif dan menyelesaikan masalah bukan yang memperpanjang masalah.

Salah satu solusinya adalah harus muncul figur yang bebas konflik yang bisa merangkul semua pihak.

“NU ini adalah organisasi besar, jadi Ketum PBNU tidak bisa disambi jadi menteri. Harus fokus menjalankan amanah. Ke depan tidak boleh lagi serampangan memimpin organisasi,” kata Gus Yusuf.

Gus Yusuf menyampaikan beberapa gagasan jika dirinya diamanahkan memimpin PBNU, mulai dari bidang pendidikan, dimana NU harus menjaga pesantren salaf tetapi juga tetap mempersiapkan pesantren modern.

BACA JUGA  Bupati Agung Setyawan Menghapus Geblek Renteng karena Perintah Sri Sultan HB X, Sabar Widodo: Benarkah ?

Ia mengatakan selain kembali menata pesantren, setiap PWNU harus memiliki pesantren dan sekolah unggulan yang tersebar hingga ke daerah-daerah dan tidak terpusat di Pulau Jawa.

Di bidang pelayanan masyarakat, NU harus memiliki Rumah Sakit di tingkat PWNU dan minimal klinik di tingkat PCNU.

Di bidang ekonomi, Gus Yusuf mengatakan bahwa NU butuh lembaga keuangan yang bisa membantu modal bagi UMKM dan pengusaha NU.

Ia mengatakan, jumlah warga NU saat ini mencapai 60 juta jiwa dan ini merupakan kekuatan luar biasa jika bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan jamaah, bukan untuk kemaslahatan pribadi.

“Kalau sudah ada kemandirian pendidikan, kesehatan dan ekonomi, maka NU akan memiliki kemandirian politik. Tugas NU itu mengawal NKRI, NU punya tugas yang namanya amal makruf nahi mungkar,” katanya.

Jika pemerintah di jalan yang benar kita dukung sekuat tenaga, tapi kalau tidak benar tugas NU mengingatkan.

“Tapi hari ini PBNU hanya makmuman lillahi taala,” kata Gus Yusuf lagi seraya mengatakan bahwa NU bisa menyampaikan kebenaran kalau sudah mandiri.

Untuk itu Gus Yusuf mengatakan bahwa kader-kader terbaik harus dirangkul untuk membangun marwah, kehormatan dan citra NU yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, tokoh NU KH Zainuddin Nur menyampaikan bahwa kedatangan KH Yusuf Chudlori ke Provinsi Riau menjadikan pengurus dan kader di daerah bisa mengenal lebih dekat sosok yang akan maju sebagai Caketum PBNU ke depan.

BACA JUGA  Kapolres Kulon Progo AKBP Ridlo Hidayat Cek Kesiapsiagaan Personel di Pospam Lebaran 2026

Akan tetapi ia mengingatkan kepada PWNU dan PCNU untuk melaksanakan sholat istikharoh sebelum memilih pemimpin di PBNU.

“Dengan adanya kedatangan ini, kita bisa mengenal siapa yang akan dipilih pada muktamar nanti. Mari kita pilih yang paling bagus. Kalau bisa istikharoh sebelum memilih,” kata KH Zainuddin Nur seraya mengatakan bahwa jika melihat keturunan, nasab dan ilmunya Gus Yusuf sudah tepat memimpin PBNU ke depan.

Ditulis : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *