Lintas Ormas Bersatu, Yayasan El Azhariyah Semarang Kukuhkan Pengurus Masjid Inklusif

Lintas Ormas Bersatu, Yayasan El Azhariyah Semarang Kukuhkan Pengurus Masjid Inklusif. (Foto/Dok)

Semarang, Proliman News — Tokoh-tokoh dari berbagai elemen dan organisasi Islam di Semarang—mulai dari NU, Muhammadiyah, Salafi, DDI, hingga HTI—resmi menyatakan komitmen bersama dalam pengelolaan Masjid El Azhar. Sinergi lintas mazhab ini ditegaskan melalui pengukuhan pengurus Yayasan Ukhuwah Islamiyah El Azhariyah pada Jumat (14/8/2026) malam di kediaman tokoh masyarakat, H. Ahmad Azhar Combo.

Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh jajaran tokoh daerah, seperti Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminudin dan mantan Wakil Wali Kota Mahfud Ali. Hadir pula purnawirawan TNI-Polri seperti Irjen Pol (Purn) Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., serta mantan anggota Kopassus Suko Basuki, yang duduk berdampingan dengan para ulama.

​Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M., yang diamanahkan sebagai Ketua Yayasan, menegaskan pentingnya mengesampingkan kepentingan golongan demi kebaikan bersama. “Yayasan harus menjadi arena dakwah persatuan umat, meningkatkan iman dan takwa, serta memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

​Tuan rumah acara, H. Ahmad Azhar Combo, turut berpesan agar pengurus memurnikan niat dan membebaskan masjid dari potensi konflik internal. Menurutnya, masjid harus difungsikan sepenuhnya sebagai ruang pemersatu umat.

Dari sisi operasional, Ketua Takmir Abdullah Guntur Susilo berkomitmen menghadirkan pelayanan takmir yang ramah dan inklusif bagi seluruh jamaah tanpa memandang latar belakang organisasi.

​Iklim ibadah yang terbuka di Masjid El Azhar sebenarnya telah dirintis sejak 2022 melalui kegiatan kajian rutin, majelis ilmu Ahad pagi, hingga penjadwalan khatib Jumat dari beragam latar belakang keilmuan.

BACA JUGA  Rekam Jejak AKBP Rosana Albertina Labobar, Polwan Pertama yang Menjabat Kapolres Gunungkidul

​Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., bersama Ust. Haris Budiyatna mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi kerukunan ini sebagai tabungan amal jariah. Sebagai langkah awal kepengurusan baru, yayasan merencanakan program studi banding ke sejumlah masjid percontohan di Surabaya dan Yogyakarta.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *