Sleman, Proliman News — Kasus dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Sleman resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga Kamis (3/9/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 229 orang mengalami gangguan kesehatan dari total 1.110 responden yang didata.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengonfirmasi bahwa keluhan dominan yang dirasakan warga meliputi sakit perut, pusing, dan diare. Meski mencapai ratusan orang, seluruh korban hanya menjalani perawatan jalan dan tidak ada yang sampai dirawat inap.
Kronologi dan Sebaran Sekolah
Peristiwa ini dipicu oleh pembagian paket menu MBG pada Senin (31/8/2026) yang berisi nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan melon.
- Awal Temuan: Keluhan pertama kali dilaporkan oleh siswa SD Negeri Nyaen 2 pada Senin malam hingga Selasa.
- Sebaran Korban: Selain SD Negeri Nyaen 2, gejala serupa ditemukan pada siswa di TK Keluarga, SMA Negeri 2 Sleman, hingga SMA YPKK.
- Penyebab Utama: Seluruh sekolah terdampak diketahui menerima pasokan makanan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Tindakan Lanjut dan Penanganan
Dinkes Sleman bergerak cepat dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait. Petugas telah mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan sanitasi untuk uji laboratorium epidemiologi.
Panewu Sleman, Rohmiyanto, menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kasus pertama dari sekitar 10 SPPG yang beroperasi di wilayahnya. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa yang terdampak akan ditanggung penuh oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui mekanisme pelaporan berjenjang.
Liputan: Galang Andika Pratama



