Yogyakarta, Proliman News — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat peningkatan aktivitas Gunung Merapi berupa luncuran lava pijar sebanyak empat kali. Guguran material tersebut mengarah ke sektor barat daya dan selatan dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,8 kilometer.
Berikut poin-poin utama dari pengamatan aktivitas Gunung Merapi:
- Frekuensi Erupsi: Teramati empat kali guguran lava pijar dalam periode pengamatan terbaru.
- Arah Sebaran Material: Lava meluncur menuju jalur tiga alur sungai, yaitu Sungai Sat, Sungai Putih, dan Sungai Krasak.
- Jarak Jangkauan Maksimum: Jarak luncur terhitung mencapai 1.800 meter (1,8 km) dari puncak kawah.
Imbauan Keselamatan
BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam area potensi bahaya yang telah ditetapkan. Warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Merapi juga diimbau mewaspadai ancaman lahar dingin, terutama ketika hujan turun di wilayah puncak.
Liputan: Galang Andika Pratama



