Fenomena Titik Api di Lereng Merapi: Dipicu Guguran Lava Pijar dan Vegetasi Kering

Fenomena Titik Api di Lereng Merapi: Dipicu Guguran Lava Pijar dan Vegetasi Kering. (Foto/Dok)

Yogyakarta, Proliman News — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memberikan penjelasan terkait fenomena kemunculan titik api (hotspot) secara berulang di lereng Gunung Merapi. Kemunculan api tersebut dipastikan berasal dari aktivitas vulkanik material pijar yang berinteraksi dengan lingkungan sekitar lereng.

​Berikut poin-poin utama terkait fenomena tersebut:

  • ​Penyebab Utama: Guguran lava pijar bersuhu tinggi meluncur dan membakar vegetasi kering di kawasan lereng, memicu kebakaran skala kecil hingga sedang.
  • ​Tampilan Anomali Termal: Sebagian titik api yang tertangkap kamera pemantau merupakan pantulan suhu tinggi (thermal anomaly) dari endapan material vulkanik yang masih panas, bukan seluruhnya kebakaran hutan.
  • ​Sektor Terdampak: Titik api dominan terdeteksi di lereng sektor barat daya dan selatan, sejalan dengan alur guguran material utama ke hulu sungai.

​Imbauan Keselamatan

BPPTKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu liar. Meski titik api terlihat membara dari kejauhan, potensi bahaya utama tetap berada dalam radius zona terlarang yang telah ditetapkan.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Bupati Temanggung Agus Setyawan Meminta Semua Isntansi Dorong Literasi Masyarakat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *