Kulon Progo, Proliman News — Aktivitas penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, berangsur pulih dan kembali beroperasi normal pada Selasa (8/9/2026) pagi. Sebanyak 68 pergerakan pesawat dijadwalkan melayani operasional dari dan menuju bandara tersebut.
Pemulihan ini terjadi setelah puluhan penerbangan di YIA sempat mengalami pembatalan imbas penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Penutupan CGK sebelumnya dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin.
Branch Communication and CSR Department Head YIA Kulon Progo, Anita Herawati, mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas penerbangan kini berjalan lancar tanpa memicu penumpukan penumpang di area terminal. Beberapa rute dari dan menuju CGK pun telah mengudara sesuai jadwal, seperti keberangkatan Citilink pukul 06.05 WIB dan kedatangan Batik Air pukul 07.10 WIB.
“Penerbangan di YIA sudah berjalan normal seperti biasa dan tidak ada penumpukan penumpang,” kata Anita.
Pengelola bandara menegaskan tidak ada penjadwalan ulang khusus bagi penerbangan yang terdampak pembatalan pada hari-hari sebelumnya. Para penumpang diminta untuk tetap mengikuti jadwal penerbangan yang berlaku hari ini.
Hasil Paper Test Negatif Abu Vulkanik
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya menyebabkan sedikitnya 45 penerbangan di YIA batal mengudara selama dua hari berturut-turut:
- Minggu: 30 penerbangan (14 kedatangan dan 16 keberangkatan)
- Senin: 15 penerbangan (tujuh kedatangan dan delapan keberangkatan)
Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi dunia penerbangan karena kandungan silikanya dapat merusak mesin pesawat. Namun, General Manager YIA Kulon Progo, Muhammad Thamrin, memastikan bahwa hasil uji paper test menunjukkan ruang udara di sekitar YIA bersih dan bebas dari material vulkanik.
Meskipun jam operasional standar YIA berlangsung pukul 06.00–21.00 WIB, manajemen menyatakan kesiapsiagaan penuh untuk beroperasi selama 24 jam apabila dibutuhkan guna mengantisipasi pengalihan penerbangan dari bandara lain.
“YIA siap dibuka selama 24 jam untuk antisipasi jika ada pesawat yang penerbangannya harus dialihkan,” ujar Thamrin.
Pihak pengelola menegaskan bahwa faktor keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh layanan operasional di YIA.
Liputan: Galang Andika Pratama



