GKR Hemas Sentil Kasus Premanisme yang Dialami Bolosego di Alun-alun Kidul Yogyakarta

"Wong ming masalah alun-alun aku ditelpon seko Medan, seko Kalimantan, 'ini gimana Bu?'" ujar GKR Hemas disambut gelak tawa warga.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News — Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami restoran Bolosego saat buka food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) ternyata sampai juga ke telinga Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.

Dalam acara Sapa Aruh di Wirobrajan, Jumat (25/9), Permaisuri Keraton Jogja sekaligus Wakil Ketua DPD RI ini memberikan tanggapan yang penuh satir menohok.

“Wong ming masalah alun-alun aku ditelpon seko Medan, seko Kalimantan, ‘ini gimana Bu?’” ujar GKR Hemas disambut gelak tawa warga.

Beliau pun menambahkan kelakarnya yang langsung bikin riuh suasana pertemuan.

“Ya saya bilang, di seluruh Indonesia preman itu ada, tapi kalau preman yang ada di Jogja itu memang istimewa. Jadi memang harus diviralkan ke seluruh Indonesia!” selorohnya.

Di balik seloroh tersebut, GKR Hemas menekankan pentingnya kerukunan antarwarga sebagai benteng utama Jogja agar tidak mudah terpecah belah oleh isu apa pun, termasuk gesekan di lapangan.

Sebelumnya, kasus ini viral setelah pemilik restoran Bolosego membagikan pengalamannya di medsos.

Meski sudah mengantongi izin resmi dari Keraton untuk berjualan pada 16–20 September 2026, usahanya hanya bertahan sehari karena dimintai uang kompensasi lahan parkir hingga jutaan rupiah per hari oleh oknum jukir.

Selain itu, ada juga oknum polisi ‘jaluk sego’ ke Bolosego, yang kini si oknum sudah dipatsus Polresta Jogja.

BACA JUGA  Rapim DPRD Kulon Progo Sepakat Bikin Pansus PT SAK dan Akan Konsultasi ke Biro Hukum Pemda DIY

Lipiutan: Media

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *