MDMC Salurkan Ribuan Galon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Patean, Kendal

MDMC Salurkan Ribuan Galon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Patean, Kendal. (Foto/Dok)

Kendal, Proliman News – Menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Dusun Pilangsari, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan galon agar penyalurannya lebih merata dan dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Koordinator Lapangan Penyaluran Bantuan Air Bersih MDMC, Farid Bustami, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap dua hari sekali dengan menyasar enam RT di wilayah setempat.

“Untuk kegiatan hari ini, kita menyalurkan galon berisi air bersih ke enam RT. Kegiatan ini sudah empat kali dilakukan,” kata Farid saat ditemui di lokasi, Sabtu (10/10/2026).

Dalam setiap pengiriman, relawan mendistribusikan sekitar 1.300 galon air bersih. Dengan empat kali pengiriman, total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 5.000 galon.

Bantuan tersebut menjangkau sekitar 288 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam RT. Program ini merupakan inisiatif para relawan MDMC yang melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah dari sejumlah wilayah, di antaranya Patean, Sukorejo, Kalibogor, Kebumen, Kauman, dan Weleri.

Farid menjelaskan, penggunaan galon dipilih untuk memastikan pembagian air bersih berlangsung lebih adil. Menurutnya, penyaluran menggunakan mobil tangki berpotensi membuat warga yang tinggal dekat dengan lokasi pembagian memperoleh air lebih mudah dibandingkan warga yang tinggal lebih jauh.

“Kalau menggunakan galon, penyalurannya lebih efisien dan semua warga bisa mendapatkan air secara merata,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Temanggung Agus Setyawan Minta Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah Bebas Sampah Plastik

Air bersih yang disalurkan relawan diambil dari mata air Seberuk, Kecamatan Sukorejo. Jarak sumber air tersebut menuju lokasi penerima bantuan mencapai sekitar 16 kilometer.

Farid menambahkan, program bantuan air bersih tersebut telah dilaksanakan sejak 2023. Para relawan berkomitmen untuk terus membantu masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung dan kebutuhan air bersih belum terpenuhi.

“Kami akan berusaha melanjutkan kegiatan ini selama masih mampu, sampai air tersedia kembali,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 9 Dusun Pilangsari, Widodo, menyampaikan bahwa masyarakat telah mengalami kesulitan air bersih sejak awal musim kemarau. Kondisi mulai terasa semakin parah pada Juli hingga Oktober 2026.

Menurut Widodo, sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan warga memiliki debit terbatas sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat. Selain itu, jarak sumber air yang cukup jauh menambah kesulitan warga untuk mendapatkan pasokan air bersih.

“Untuk mencukupi seluruh warga, mata airnya kecil dan jelas kurang. Jaraknya juga jauh, sekitar empat kilometer,” ungkap Widodo.

Ia memperkirakan terdapat sekitar 200 hingga 300 kepala keluarga di wilayah yang terdampak kesulitan air bersih tersebut.

Widodo mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan MDMC karena air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.

“Yang jelas masyarakat senang dan sangat terbantu. Air itu kebutuhan pokok, jadi bantuan seperti ini sangat berarti bagi warga,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Temanggung Agus Setyawan Meminta Semua Isntansi Dorong Literasi Masyarakat

Atas bantuan tersebut, Widodo mewakili masyarakat Dusun Pilangsari menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah melalui MDMC yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi dampak kekeringan.

Liputan: Nadhifa Zara

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *