Kulon Progo, Proliman News — Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kondisi terkini SMP Negeri 4 Pengasih yang berlokasi di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (13/10/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan langsung kondisi infrastruktur sekolah, khususnya pagar depan yang dikabarkan nyaris roboh, sekaligus menampung berbagai aspirasi terkait penerimaan siswa baru hingga persoalan tenaga pendidik.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai kondisi fisik bangunan sekolah. Ia memastikan pembenahan pagar sekolah yang miring telah masuk dalam perancangan anggaran daerah.
“Saya pernah mendapatkan pelaporan tembok doyong di SMP N 4 Pengasih. Saya mencoba memastikan ulang dan alhamdulillah masih stay ada di penganggaran 2027 ini masuk untuk besok tahun besok digarap. Jadi memang menjadi skala prioritas kita untuk keamanan anak-anak agar tidak membahayakan anak-anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolahnya,” ujar Agung Setyawan usai peninjauan.
Selain masalah infrastruktur, Bupati juga menyoroti persoalan kekurangan jumlah siswa yang dialami sekolah tersebut. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh sistem seleksi masuk serta dinamika demografi daerah.
“Mengenai yang kurang siswa, ini karena pola perekrutan siswanya kemarin dirasa tidak memberikan satu proteksi kepada daerah setempat karena menjadi sangat terbuka untuk ke SMP-SMP yang secara graduasi lebih baik. Saya berharap nanti ada pembenahan. Selain itu, program yang paling sukses itu adalah Keluarga Berencana, sehingga jumlah siswa akan selalu mengikuti, dari TK kurang, SD kurang, SMP pun kurang, hingga nanti ke SMA karena kita mengalami penyusutan angka kelahiran,” jelasnya.
Terkait dengan persoalan tenaga pengajar, Agung juga mencatat adanya ketimpangan formasi guru di lingkungan sekolah tersebut.
“Masukan dari sekolah yakni kurangnya guru yang mengajar di bidang keolahragaan, sehingga guru olahraga harus ‘diimpor’ dari luar daerah. Kemudian ada penempatan yang masih double guru untuk mata pelajaran yang sama. Semoga nanti bisa dirotasi ke SMP yang lebih membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Pengasih, Rahmi Atiningrum, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Bupati Kulon Progo di sekolahnya. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai momen berharga untuk menyampaikan berbagai kendala operasional yang dihadapi pihak sekolah secara langsung.
“Hari ini kami SMP Negeri 4 Pengasih mendapat kesempatan kunjungan dari Bapak Bupati Kulon Progo, suatu hal yang menurut kami sangat berharga sekali. Sehingga kami bisa menyampaikan apa yang ada di SMP Negeri 4 Pengasih dan menyuarakan apa-apa yang memang perlu kami suarakan. Kami sangat senang, anak-anak dan Bapak Ibu guru juga sangat antusias menyambut kedatangan beliau,” kata Rahmi.
Rahmi mengungkapkan bahwa aspirasi utama terkait perbaikan pagar depan sekolah yang miring telah mendapat kepastian penanganan dari pemerintah daerah.
“Harapannya nanti bisa mendapat perhatian khusus dan penanganan di tahun 2027, dan ternyata tadi sudah dipastikan oleh beliau bahwa insyaallah nanti di awal tahun 2027 kami akan mendapat bantuan untuk refit di pagar depan sekolah,” terangnya.
Ia juga berharap adanya evaluasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar SMP Negeri 4 Pengasih dapat memperoleh porsi siswa yang memadai pada tahun-tahun mendatang.
Di samping masalah daya tampung siswa dan pagar, Rahmi menyoroti nasib salah satu gurunya yang terdampak masalah penataan formasi.
“Kaitannya dengan formasi guru, karena kami adalah sekolah kecil, ada satu mata pelajaran yang gurunya ganda di tempat kami. Dampaknya, ada salah satu guru yang sampai hari ini belum mendapatkan tunjangan sertifikasi sejak bulan Januari. Harapannya nanti ke depan ada pemetaan dari Dinas Pendidikan ataupun dari BKPSDM terkait dengan nasib guru kami,” tuturnya.
Melalui peninjauan dan dialog langsung ini, pihak sekolah berharap berbagai permasalahan yang dihadapi, baik dari aspek keamanan sarana prasarana, pemerataan siswa, hingga kesejahteraan dan pemetaan guru, dapat segera terselesaikan. (ARS, JR)
Liputan: W Maryanti



