Wakil Ketua Komisi C DPRD Kulon Progo Pancar Topo Driyo Dorong Perbaikan Talud Underpas Margosari Didanai BTT

Ketua DPD PAN Kulon Progo, Muhtarom Asrori, mencermatinya dari sisi terbentuknya susunan anggaran yang kemudian disebut sebagai APBD Kulon Progo 2025.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Ambrolnya talud di ruas jalan Underpas Margosari, Pengasih, Kulon Progo itu antara 30 – 40 meter, mendapat perhatian serius Komisi C DPRD, Dinas PU dan BPBD Kulon Progo.

Usai meninjau lokasi, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kulon Progo, Pancar Topo Driyo, menyatakan, talud Underpas Margosari ambrol karena intensitas hujan sangat tinggi, dan di atas talud itu ada sawah dan saluran irigasi terseier yang airnya melimpah.

“Selain itu memang talud tersebut merupakan bangunan lama dan tidak ada perawatan. Sehingga talud tidak kuat menyangga derasnya air hingga jebol, Rabu (1/1/2025) malam,” lanjut Pancar Topo Driyo, ketika dihubungi, Kamis (2/1/2025).

Ditambahkan, ambrolnya talud itu juga karena meluapan air Sungai Papak, masuk ke sawah milik warga dan menjebol dinding pengaman underpas.

Pancar Topo Driyo mengatakan, ambolnya talud tersebut menjadi beban Pemda Kulon Progo, karena bukan berada di lahan milik PT KAI, sehingga harus segera dibenanhi menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT) atau dana kebencanaan.

“Tidak harus menggunakan diskresi atau aturan yang aneh-aneh karena ini bencana. Ada kok dana Biaya Tak Terduga (BTT), sekitar 4,2 sampai 4,5 miliar rupiah,” katanya.

Ia mengatakan Sekda dan OPD terkait harus segera bertindak karena jalur itu jalur padat  dan menjadi pemecah kemacetan di Underpas Miri.

Ia menegaskan, talud tersebut memang harus dibenahi menggunakan cor beton bukan dengan suling-suling yang membuang air ke jalan.

BACA JUGA  Meski Dilakukan Revisi Perda No 6 Tahun 2023 Namun Dipastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Pajak dan Retribusi !

“Suling-suling itu tidak tepat, karena ini bukan talud sungai. Suling – suling itu kan membuang air ke jalan, estetikanya tidak bagus, ini harus dibenahi, dengan bangunan cor beton bertulang,” ujarnya.

Pancar Topo Driyo menyebut, pihaknya juga mendorong dilakukannya koordinasi dengan BBWSO untuk normalisasi Sungai Papak, agar sedimentasi teratasi dan bisa digunakan untuk membuang air sedotan dari Underpas Margosari.

Sementara, Kepala BPBD KulonProgo, Taufik Prihadi mengatakan, jika seluruh pemangku kebijakan sepakat sebaiknya memang ditangani segera dengan BTT.

“Dengan dana BTT, kebencanaan, itu bisa, karena memang jalur itu penting, kalau kondisinya seperti itu rawan bagi keselamatan warga kita,” ujarnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *