Kulon Progo, Proliman News – Pemda Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah menyiapkan penghitungan dan perencanaan untuk menanganani ambrolnya ruas Sudu, Nanggulan, Kulon Progo di jalur utama Kulon Progo – Magelang.
Tetapi karena kondisi lapangan masih labil, maka tidak bisa ditangani secara buru-buru. Tanah di sekitar titik ambrol terus bergerak dan longsor.
“Kami terus memantau. Sejak terjadi ambrol tanggal 17 Desember 2024 lalu, kami di Komisi A langsung meminta rapat koordinasi dengan Sekda Propinsi dan PUPR,” ujar Akhid Nuryati, Anggota Komisi A DPRD DIY ketika dihubungi Selasa ( 7/1/2025).
Intinya, agar penanganan terhadap ambrolnya ruas Sudu, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, segera dilakukan agar tidak menghambat pergerakan warga dan lalu lintas ekonomi.
“Karena masih ada anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 15 miliar, saat itu,” tambahnya melalui sambungan telpon.
Tetapi karena mekanismenya penggunaan anggaran BTT tidak bisa serta merta maka tidak bisa langsung digarap begitu disepakati dalam rapat.
“Membutuhkan beberapa persiapan dan waktunya keburu ganti tahun. Maka kami menyatakan, penanganan ambrolnya ruas tersebut tidak lamban, tetapi kondisi lapangan yang belum stabil, ditambah sistem penggunaan anggaran yang belum bisa cepat sehingga ambrolnya ruas itu belum tergarap,” ujar Akhid Nuryati.
Bahkan ia mengatakan, sempat turun sendiri ke lapangan membuat dokumen foto dan video di tanggal 17 Desember 2024 saat itu.
“Tetapi kami sudah mendapat jawaban dari Sekda dan PUPR Provinsi, sudah ada asesmen dan tim teknis terus memantau lapangan,” ujarnya.
Data yang ada bahwa di lokasi tanah sangat labil ambrol terus terjadi hingga saat ini, sehingga jika ditangani sekarang kondisinya bahaya.
“Itu yang tidak mungkin buru-buru. Jika ditangani sekarang bisa – bisa muspro (sia-sia, red),” ujarnya.
Karena sekarang sudah masuk tahun 2025 maka mekanisme yang akan digunakan untuk membiayai ambrolnya ruas tersebut tentu akan menggunakan anggaran baru.
Ini yang menjadi catatan kami di Komisi A, kami sudah mengusulkan adanya peraturan penggunaan anggaran kebencanaan di akhir tahun, kedepannya.
“Kami sudah usulkan itu, karena bencana di Kulon Progo biasa terjadi di akhir tahun maka perlu peraturan untuk penggunaan anggaran di akhir tahun,” tambahnya.
Sementara perkembangan dari lapangan kondisi ambrolnya jalur Kulon Progo – Magelang di ruas Sudu, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo semakin mengkhawatirkan.
Tanah terus bergerak, sehingga terus menerus terjadi longsoran tanah sehingga aspal jalan semakin meleyot hingga runtuh.
Terkini bahkan, di bawah tanah di lokasi ambrolnya ruas Sudu mulai dialiri air sehingga menggerus tanah disekitarnya.
“Itu terbaru, informasi itu, nanti kami sampaikan Sekda dan PUPR, agar tetap diperhitungkan berbagai kemungkinan atas perkembangan terkini tersebut,” katanya.
Liputan : Suyono Sugondo



