Demak Dilanda Banjir Rob Berkepanjangan Hujan Lebat Menambah Parah Genangan Air Sepanjang Jalan Pantura

Banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, beberapa minggu terakhir.(foto/ist)

Demak, Proliman News – Banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, beberapa minggu terakhir.

Salah satunya, adalah Desa Gebang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, ikut terendam banjir dampak banjir rob dan curah hujan tinggi.

Muhammad Iqbal (40) warga Desa Gebang mengatakan bahwa banjir tersebut tidak hanya disebabkan oleh pasangnya air laut tetapi juga faktor lain.

Seperti hujan deras yang berlangsung beberapa hari ini dan  irigasi Sungai Kali Tuntang yang dangkal akibat penuh sampah yang dibuang oleh masyarakat setempat.

Ia mengatakan curah hujan derasa turun selama berhari-hari mengakibatkan banjir yang menggenangi rumah warga maupun akses jalan desa.

Dijelaskan pula, kali ini banjir lama surutnya. Ini karena irigasi sungai-sungai kecil sudah tidak berfungsi lagi, ditambah bangunan di sepanjang sungai yang memperparah keadaan,” katanya.

Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga sejumlah fasilitas umum seperti pasar, jalan raya, sekolah, balai desa, hingga kantor kecamatan di wilayah Bonang.

Warga berharap pemerintah segera menormalisasi sungai-sungai yang dangkal. Warga membutuhkan langkah konkret, seperti normalisasi sungai, agar banjir tidak lagi terjadi katanya.

Bupati Demak, Eisti’anah, mengaku telah melakukan survei ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi secara langsung.

Dari hasil survei, Eisti’anah mengakui bahwa persoalan banjir di Desa Gebang turut dipengaruhi oleh sistem drainase yang buruk.

Karena wlayah tersebut termasuk cekungan yang menjadi faktor utama bencana banjir akibat curah hujan tinggi.

BACA JUGA  Politisi PDIP dan Seniman Besar Indonesia Guruh Soekarno Putro Meninggal Dunia Pagi Ini di RS Siloam Hospitol Jakarta

“Kami telah mengerahkan pompa kecil untuk mengatasi genangan air. Namun, solusi jangka panjangnya adalah memperbaiki sumur pompa dan sistem drainase. Setelah banjir surut, langkah tersebut akan kami realisasikan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Eisti’anah.

Liputan : Gus Sholeh

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *