Sembilan Siswa SMP 7 Mojokerto yang Terseret Gelombang Besar Pantai Drini Gunung Kidul Masih Syok

Kondisi 9 korban selamat setelah 13 orang terseret gelombang besar Pantai Drini Gunung Kidul, pagi tadi, kini masih mengalami syok ringan dan lemah.(foto/ist)

Gunung Kidul, Proliman News – Kondisi 9 korban selamat setelah 13 orang terseret gelombang besar Pantai Drini Gunung Kidul, pagi tadi, kini masih mengalami syok ringan dan lemah.

Sebanyak 9 wisawatan dari SMP 7 Mojokerto, Jawa Timur, tersebut ditemukan Sarlinmas setelah sempat tenggelam sehingga banyak minum air laut.

Setelah mendapat perawatan kondisi korban berangsung membaik, kemudian kesembilan korban kembali bersama rombongan.

Mereka ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB, atau Selasa (28/1/2024) siang, setelah mereka selama lebih dari tiga jam terapung-apung di atas gelombang besar Pantai Drini Gunung Kidul.

Satu wisatawan hingga kini belum ditemukan dan amsih dalam proses pencarian.

Tiga orang wisatawan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Ketiganya ditemukan pukul 10.45 WIB tersangkut palung di kedalaman sepuluh meter.

Ketiganya kemudian dievakuasi dan dibawa dibawa ke RSUD Saptosari untuk dilakukan autopsi

Ruby Hartoyo Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, ke 13 siswa tersebut memisahkan diri dari rombongan.

“Mereka memisahkan diri saat sebagian besar rombongan masih sarapan pagi di restoran. Kemudian ada 13 anak yang memisahkan diri tersebut bermain di pantai. Mereka laki-laki semua. Rata-rata masih kelas VII,” terangnya.

Tiga siswa lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lalu satu siswa lainnya masih hilang dan dalam proses pencarian, terang Ruby.

BACA JUGA  Berhentinya Sejumlah SPPG Program Makan Bergizi Gratis Ternyata Akibat Belum Cairnya Anggaran

Seluruh korban meninggal, dan yang masih dalam pencarian, maupun yang berhasil diselamatkan petugas, berasal dari satu kelas yang sama, yakni VII C.

Dari sembilan anak yang selamat dalam insiden ini tujuh di antaranya dirawat di RSUD Saptosari, sedangkan dua lainnya dirawat di RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

Mereka menjalani perawatan di rumah sakit yang berbeda karena kondisi kesehatannya tidak sama. Untuk tujuh siswa yang dirawat di RSUD Saptosari, kini sudah ikut kembali rombongan outing class.

“Yang di RS Sardjito Yogyakarta, satu orang dalam proses pemulihan dan lain lainnya sedang dalam perawatan intensif,” jelasnya, dikutip mili.id.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *