Kulon Progo, Binangun News – Dinas Pariwisata Kulon Progo membatalkan rencana penataan Alun-Alun Wates (Alwa).
Dilansir Radar Jogja, Selasa ( 28/1/2025) pembatan penbataan Alwa di tahun 2025 ini karena muncul gejolak dan penolakan masyarakat.
Disebutkan, masyarakat menyayangkan penggunaan dana keistimewaan (Danais) untuk menata Alwa.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Joko Mursito mengatakan, masyarakat menilai pembangunan bangunan ikonik berupa patung penari angguk sebagai salah satu komponen penataan sebaiknya tak dilakukan.
“Ada kritik dan masukan dari masyarakat, jadi kami memutuskan untuk tak merealisasikan penataan,” ucapnya, Selasa (28/1/2025).
Joko menyampaikan, rencananya penataan Alwa meliputi pekerjaan pembuatan patung ikonik, kawasan pedistrian, jogging track, dan fasilitas umum lainnya.
Pembangunan tersebut akan menelan anggran sebesar Rp 3 miliar dengan menggunakan Danais.
Namun, setelah muncul penolakan dari masyarakat Dinpar Kulon Progo memutuskan tak jadi melaksanakan rencana penataan.
Alokasi Danais yang telah dianggarkan akan dikembalikan secara total. “Sebenarnya Kulon Progo rugi, karena dikembalikan total,” ucapnya.
Lantaran, alokasi Danais telah dipatok untuk penataan Alwa, membuat tak bisa dialihkan untuk pekerjaan lainnya.
Sehingga, masukan masyarakat untuk mengalihkan Danais ke infratsruktur tidak bisa dilakukan.
Ia mengatakan, sebenarnya, penataan Alwa telah dikaji sejak 2022 lalu. Rencana penataan alwa merupakan bagian dari rangkaian meningkatkan branding Kulon Progo.
Sebelumnya, penataan juga dilakukan di pertigaan Milir dengan pembangunan patung ikonik. Tujuannya, sebagai penanda selamat datang dan penarik kunjungan wisatawan.
“Kami berterimakasih ke masyarakat, karena kritikan muncul sebelum pembangunan,” ungkapnya.
Joko berharap di tahun depan penataan dapat dilakukan dan tidak menimbulkan gejolak.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kulon Progo Aris Nugroho menyampaikan usulan penataan Alwa didasari kajian. Lantaran, Alwa merupakan pusat aktivitas masyarakat yang perlu didukung fasilitas penunjang kenyamanan.
Usulan penataan 2025, Alun-Alun Wates akan dilengkapi berbagai fasilitas jogging track untuk olahraga, tempat duduk juga diperbanyak dengan pengadaan tempat duduk terazzo berbentuk bola.
Selain fasilitas umum, penataan kawasan mencoba mengangkat unsur kebudayaan berupa pembangunan bangunan ikonik.
(*)



