Stop BUKP Galur Kulon Progo ! Kalian Sudah Membuat Banyak Nasabah Sengsara Hingga Sakit Jiwa

Sasmito Nugroho membacakan tuntutannya saat aksi demo di depan BUKP Galur, mereka meminta hentikan berhubungan dengan BUKP Galur. Mereka akan sowan ke Kraton Yogyakarta menghadap Sri Sultan HBX. (Foto/gondo)

Kulon Progo, Proliman News – Stop ! BUKP Galur, Kulon Progo telah membuat banyak nasabah menangis, jatuh sakit, hingga stres berat.

“Itu kesimpulan kita atas aduan ratusan nasabah korban BUKP Galur, “ kata Sasmito Nugroho, Ketua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur, Minggu (27/4/2025).

Sejumlah aduan nasabah yang masuk Posko Aduan Nasabah Korban BUKP Galur, di Brosot, Galur, Kulon Progo, sepertiganya tergolong berat. Karena menyangkut kejiwaan nasabah.

“Yang kami catat, mereka yang sangat dana besar, karena mau punya hajat mantu. Mereka menabung atau menyimpan di deposito sudah sangat lama, tetapi sampai hari yang dijanjikan tidak ada sepeserpun tabungan yang cair. Stres berat, mereka ini,” katanya.

Stres berat itu diantaranya dialamai nasabah bernama Saji, warga Brosot, Galur, Kulon Progo.

“Beliau ini menggelar hajat tanggal 7 April 2025 lalu. Beberapa saat sebelum menggelar hajat ia mengajukan pencairan dana ke BUKP Galur, tetapi sampai hari yang dijanjikan zonk !” katanya.

Saking stresnya, ia nekad mau telanjang di kantor BUKP Galur, karena sudah merasa dipermalukan. Persiapan hajatan sudah dimulai, duit yang diharapkan tidak cair.

“Untungnya ada teman sesama nasabah yang bisa mengendalikan, ia diminta istigfar, lalu diantar pulang agar urung telanjang sampai rumah,” kata Sasmito Nugroho.

Lalu ada kisah pilu yang dialami nasabah Atun Haryono, warga Bekelan, Gulurejo, lendah, Kulon Progo.

BACA JUGA  Pantai Trisik Hingga Imorenggo Kulon Progo Hancur Dihajar Gelombang Tinggi dan Abrasi Berbagi Bangunan Lenyap

Tabungannya sebesar Rp 70 juta yang akan digunakan untuk hajatan mantu tidak cair sampai hari pernikahan anak keduanya.

Ia mengalami depresi, sehingga sakit-sakitan, hingga terus menangis ketika menceritakan penganiayaan BUKP Galur kepada dirinya ini.

“Ini dianggap sebagai penganiayaan, atau bahkan lebih dari itu. Siksaan lah. Dengan segala ketabahan akhirnya beliau bisa menggelar hajatan mantu dengan pertolongan orang baik,” katanya.

Tetapi dampaknya, Atun Haryanto mengalami gangguan kesehatan. Ia sering sedih dan menangis jika diajak bicara soal BUKP Galur.

Lalu, ada nasabah Ihsanuri, warga Nomporejo, Galur, Kulon Progo. Ihsanuri menyimpan dananya di deposito sebesar Rp 150 juta, dan sudah jatuh tempo beberapa bulan lalu.

Ia meminta dicairkan, tanpa berfikir bunganya. Karena dana itu akan segera digunakan untuk hajatan mantu, nanti tanggal awal Mei 2025.

Apa yang terjadi. Ihsanuri setiap hari terus limbung, ngalor ngidul bertanya tentang depositonya kepada relawan Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur.

“Dia ini tiap pagi tanya ke saya, kapan cair, apa hasilnya rapat paguyuban, terus begitu. Saya jadi ikut pusing, saya juga stres,” kata Sugiyanto relawan Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur.

Apa yang akan terjadi dengan Ihsanuri, tentu tergantung bagaimana BUKP Galur mensikapi. Bisa lapor kapada Gubernur DIY Sri Sultan HB X, secara utuh dan soroh pati ( mempertaruhkan jiwanya) atau membuat terobosan agar uang nasabah segera cair.

BACA JUGA  Ribuan Warga Beri Penghormatan Terakhir untuk Sri Susuhunan Pakubuwono XIII di Makam Imogiri

“Setidaknya bagi nasabah yang kini mendesak sangat butuh, dan tabungan atau deposito mereka adalah jiwa raganya. Itu mesti diperihatinke,” ujar Sasmito Nugroho.

Sementara, sejumlah anggota paguyuban yang juga memiliki masalah serupa, yakni berharap uangnya cair karena segera akan digunakan untuk hajatan, mantu, pernikahan, ada yang kondisinya lebih kuat.

“Kalau yang dibohongi, diambil setorannya, dikemplang, tidak bisa cair, itu sudah dialami hampir semua nasabah BUKP Galur. Kita kena bujuk rayu pegawai BUKP Galur,”ujarnya.

Maka kini nasabah BUKP Galur mengeluarkan jargon baru, yakni Stop BUKP Galur.

Stop untuk apa, katanya stop menabung, dan stop merengek-rengek. Karena langkah berikutnya mereka akan sampai ke Kraton Yogyakarta, sowan Ngarso Dalem Sri Sultan HB X.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *