Jakarta, Proliman News – Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan Arab Saudi tidak akan mengeluarkan visa haji non kuota seperti visa haji furoda pada tahun ini.
“Menurut Saudi Arabia visa haji non kuota dari Pemerintah Saudi Arabia seperti furoda tidak akan keluar,” kata Dahnil lewat pesan singkat, Jumat (30/5/2025).
Dahnil mengatakan musim haji tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu Kerajaan Arab Saudi masih mengeluarkan visa haji furoda.
Ia menyebut Kerajaan Saudi tidak lagi menyediakan visa haji furoda itu agar pelaksanaan haji semakin tertib dan lebih baik.
Dahnil pun meminta kepada seluruh calon jemaah agar tidak mudah tertipu dengan oknum yang menebar janji mereka akan mendapatkan visa furoda di musim haji tahun ini.
Keputusan Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda tahun ini membuat calon jemaah hingga Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) rugi hingga miliaran rupiah.
Kerugian dialami pihak travel karena sudah mempersiapkan segala akomodasi harus menanggung rugi hingga miliaran rupiah.
Ketua Bidang Humas dan Media DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Abdullah Mufid Mubarok mengungkapkan banyak travel yang sudah membayar layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk jemaah furodanya.
Mereka berasumsi visa furoda akan terbit seperti pelaksanaan sebelumnya.
“Banyak travel yang sudah input data dan bayar layanan Masa’ir (layanan Arafah, Muzdalifah, Mina), tapi visanya tidak jadi,” kata Mufid.
Para travel juga sudah memesan tiket pesawat dan hotel meski harganya melambung tinggi. Beberapa travel bahkan sudah membawa jemaahnya ke Jakarta, berharap visa turun di menit-menit terakhir.
“Ternyata sampai sekarang tidak ada yang terbit. Banyak travel yang sudah booking tiket dan hotel, bahkan ada yang dari bintang 3 di-upgrade ke bintang 5. Akhirnya rugi besar,” ujar Mufid.
Mufid mengatakan kerugian pihak travel mencapai ratusan juta, apalagi bagi yang jemaahnya di atas 50 orang, bisa sampai miliaran.
“Saya masih Belum bisa menghitung, yang jelas di atas Rp 100 (juta)an. Kalau jumlah jemaahnya misalnya sampai 50 ke atas ya sudah di atas Rp 1 M Rp 2 M,” ungkap Mufid yang juga pemilik travel haji dan umrah itu.
Liputan : Suyono Sugondo- Berbagai Sumber



