SMP Ma’arif Yani Nanggulan Kulon Progo Terpaksa Ditutup Karena Tidak Mendapatkan Murid, Menyedihkan !

Menyedihkan. SMP Ma'arif Yani, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, terpaksa tutup karena tidak mendapat siswa.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Menyedihkan. SMP Ma’arif Yani, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo, terpaksa tutup karena tidak mendapat siswa.

Sekolah yang beroperasi sejak tahun 1967 itu kini digembok rapat. Tidak ada aktivitas.

Sekolah ini akan segera dikembalikan kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif, sebagai pemegang otoritas.

Ketua PCNU Kulon Progo Lukman Arifin Fathul Huda (Gus Lukman) membenarkan penutupan sekolah ini. Dan pihaknya segera akan mengambil langkah terhadap aset SMP Ma’arif Yani Nanggulan, ini.

PCNU Kulon Progo, akan segera melakukan rapat untuk mengkaji baiknya untuk apa gedung sekolah ini di kemudian hari.

“Bemungkinan untuk sekolah lagi bisa saja, tetapi jarus cermat,” katanya.

Ia menegaskan sekolah ini sudah beberapa tahun terakhir tidak mendapatkan siswa. Sehingga harus rela untuk  ditutup.

Nuryani, Kepala Sekolah SMP Ma’arif Yani Nanggulan ini sudah mendapat tempat baru untuk melanjutkan kariernya.

Maka sekolah ini tamat riwayatnya. Kalau pun ada kegiatan, hanya penjaga sekolah sesekali menengok, atau membersihkan lingkungan. Jika mau.

Ini akibat dari adanya aturan jalur domilisi masuk SMP. Maka perlahan tetapi pasti sekolah  swasta seperti ini akan bertumbangan.

SMP Ma’arif Yani Nanggulan merupakan sekolah pertama di Kulon Progo yang kini harus ditutup karena tidak mendapatkan siswa.

Tahun 2010-an lumayan masih mendapatkan 20 siswa untuk satu kali pendaftaran siswa baru. Lalu terus menyusut dan kini harus tutup.

BACA JUGA  MAN 3 Kulon Progo dan SDN Trisik Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2025

 “Kedepan seperti apa kami rapatkan terlebih dahulu,” ujar Gus Lukman.

SMP Ma’arif Yani gedungnya masih bagus, sehingga memingkinkan untuk dirubah menjadi sekolah jenis lain.

“Ya harus dikaji melalui mekanisme yang lebih jeli perhitungannya ketika ada sekolah lagi jangan sampai terjadi seperti SMP Ma’arif Yani,” katanya.

Liputan : Winarto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *