Temanggung, Proliman News – Ribuan warga terlihat sangat bersemangat mengikuti kirab saat Selamatan dan Festival Kopi Gemawang 2025 di Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025).
Kegiatan yang diikuti sekitar seribu petani kopi tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus untuk mempromosikan kopi robusta Gemawang dan melestarikan budaya kopi petik merah.
Ini merupakan pertanda dimulainya panen kopi robusta di sentra perkebunan kopi terluas di Kabupaten Temanggung tersebut.
Di wilayah ini ada perkebunan kopi arabika seluas 2.732 ha, sedangkan luasan kopi robusta seluas 13.844 ha dengan predikat sebagai perkebunan rakyat terluas di Provinsi Jawa Tengah.
Memasuki masa panen raya kopi, Bupati Temanggung Agus Setyawan hadir di Festival Petik Kopi Merah Desa Kalibanger Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung, Rabu (16/7/2025) Juli 2025.
Bupati memetik langsung di festival petik kopi merah Gemawang. Lalu berbaur di tengah kerumunan petani yang bersantap siang, dengan lauk mie goreng.
Tertangkap kamera Bupati Agus Setyawan makan mie goreng bersama para petani sembari duduk di tanah menyantap dengan tangan, tan piring.
Luar biasa ! Begitu menikmatinya Bupati Agus Setyawan. Maka semua warga yang ada di sekelilingnya pun menjadi riang dan membuncah.
“Terimakasih pak, sudah membersamai kita makan ala petani di lahan tanpa alas, makan dengan tangan tanpa sendok,” ujar seorang warga.
“Wah saya biasa begini.Tahu kan ? Saya bukan priyayi, bukan siapa-siapa, saya ingin bersama panjenengan semua membangun ekonomi melalui hasil kopi,” kata Agus Setyawan.
Lalu usai makan Agus Setyawan beralih menjumpai gerombolan warga yang lain, lalu jongkok hingga bersimpuh menyalami satu persatu warga.
Rupanya mereka saling kenal. Karena mereka akhirnya bertegur sapa dengan akrab, bahkan nyaris tanpa jarak menggunakan bahasa jawa ngoko.
“Pinarak pak,” ujar seorang warga yang mengenakan kebaya hijau sembari mengulurkan tangannnya bersalaman.
“Ya ngesuk maneh, sekarang lagi akeh acara iki,” ujarnya menyambut sapaan hangat warga itu.
Dilaog demi dialog sangat mempesona. Agus Setyawan memang bupati rendah hati, dan senantiasa bisa membangun semangat warganya.
Ini adalah festival tahunan yang selalu diselenggarakan apabila mendekati panen raya kopi merah.
“Ini adalah kebudayaan yang harus kita uri uri betul agar masyarakat itu paham bahwa petik merah kopi itu kualitas nya bagus,” ujarnya.
Menurut orang nomor satu di Temanggung tersebut, petik merah kopi adalah kampanye bersama untuk upaya peningkatan mutu dan kualitas kopi Temanggung. Kopi petik merah memiliki rendemen yang lebih tinggi, cita rasa yang kuat.
Petik merah adalah istilah untuk pemanenan kopi yang dilakukan setelah buah benar-benar matang, berwarna merah. Ini dilakukan agar biji kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan seraga
“Kalo kualitas bagus pasti akan berimbas juga harga nya juga bagus. Tahun ini Alhamdulillah harganya di sekitar 70 RB sampai 80 rb, hal ini menurut saya sangat membanggakan dan menyenangkan petani kopi di Gemawang khususnya. Mudah mudahan tahun depan kualitas nya bagus”, tuturnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan untuk melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok petani kopi untuk budidaya dan menanam bibit kopi terbaik, pengolahan hasil kopi sesuai dengan SOP yang berlaku, baik secara nasional, maupun internasional. Agar kopi asli Temanggung dapat terus bersaing.
Lalu melakukan upaya pemasaran dengan cara peningkatan promosi untuk kopi asli Temanggung di pasaran. Ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Temanggung dari hulu sampai ke hilir.
Liputan : Bagus Kiswanto



