Lajiyo Yok Mulyono: Membangun Kota Baru di Kulon Progo Utara Itu Mendatangkan Uang Bukan Buang Duit !

Ajang tahunan Lari Manunggal kembali digelar di Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (11/10/2025). (foto/ilustrasi)

Kulon Progo, Proliman News – Gagasan membangun kota kedua di wilayah Kulon Progo utara dipastikan akan memberi dampak ekonomis luar biasa bagi Pemda Kabupaten Kulon Progo.

“Jika gagasan ini disepakati berarti Pemda Kulon Progo telah mengambil langkah yang benar karena menyelamatkan perputaran uang besar yang selama puluhan tahun beredar di luar wilayah,” ujar Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono, Rabu (30/7/2025).

Selain itu, langkah tersebut juga akan menjadi daya tarik masuknya uang beredar dari berbagai wilayah ke Kulon Progo secara otomatis. Sehingga akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Lajiyo Yok Mulyono menambahkan, bahwa survey membuktikan, sebagian besar uang masyarakat di wilayah Kulon Progo utara itu selama ini justru banyak beredar di luar wilayah, seperti di Magelang, Purworejo, Jawa Tengah, dan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Maka ia mendesak Pemda Kulon Progo berani mengambil langkah maju dengan membuka keran investasi, di sektor kesehatan yakni pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) setidaknya tipe A.

Lalu gandeng perguruan tinggi dirikan kampus yang kredibel di wilayah ini, dan berikutnya lakukan pembangunan infrastruktur penunjang, katanya meyakinkan.

Ia menambahkan, jika Pemda Kulon Progo tidak punya anggaran, buka keran investasi swasta untuk rumah sakit besar setidaknya tipe A.

“Saya kira banyak yang mau. Tinggal menakar keberanian Pemda Kulon Progo, sekarang ini. Atau bikin planing yang baik, bawa ke pusat, diskusikan dengan kementrian terkait,” tambahnya.

BACA JUGA  Jamaah Masjid Ath-Thohiroh Giripeni Kulon Progo Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81

Lalu dirikan kampus perguruan tinggi yang kredibel di wilayah Kulon Progo utara. Ini akan menjadi langkah maju dan merupakan fasilitas yang tidak akan ada matinya sepanjang sejarah.

“Kenapa tidak berani mengambil inisiatif menggandeng perguruan tinggi swasta milik Muhammadiyah atau NU, atau yang lain. Mari kita uji, siapa yang berani mengambil kesempatan ini duluan,” katanya.

Dengan berdirinya kampus perguruan tinggi tersebut dipastikan akan menarik perguruan tinggi lain untuk membuka kampus di wilayah ini.

“Tetapi dengan syarat, Pemda Kulon Progo memiliki plaing yang baik dan pasti, jelas dan tidak abu-abu, pasti semua pihak tertarik,” tegasnya.

Berikutnya, Pemda Kulon Progo berani mengambil langkah melakukan perbaikan seluruh infrastruktur jalan dan mendorong dibukanya destinasi wisata di semua titik strategis di wilayah Kulon Progo utara.

“Pertimbangannya apa ? Di wilayah utara itu memiliki modal kekayaan potensi wisata yang tidak akan habis untuk diekplorasi sepanjang sejarah. Tetapi kembali pada Pemda Kulon Progo harus membuat planing, rencana pengembangan yang baik, tidak waton,” katanya menambahkan.

Apa keuntungan yang bisa diambil dari gagasan ini ? Pertama uang masyarakat yang selama ini beredar ke luar wilayah akan tertahan di pusaran lokal Kulon Progo.

Lalu kalau semua fasilitas tadi ada, maka akan mengundang uang datang dari luar wilayah masuk ke Kulon Progo dengan sendirinya.

BACA JUGA  Pencarian 10 Nelayan Hilang di Perairan Laut Selatan Kebumen Jateng Resmi Dihentikan

“Kalau wisata bisa menahan orang lebih lama tinggal di Kulon Progo, pasti uang datang dengan sendirinya, banyak produksi jasa dan usaha lain tumbuh,” ungkapnya.

Keuntungan lain, dengan menggenjot pembangunan infrastruktur untuk industri pariwisata serta pemukiman secara maksimal, berarti membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang gemebyar.

“Ini juga akan menunaikan janji politik pemimpin kita kepada masyarakat yang selama ini terpinggirkan,” katanya.

Jika kampus perguruan tinggi ada dan berkembang, maka semakin banyak peredaran uang yang masuk Kulon Progo.

“Lalu, jika rumah sakit besar ada di sini berarti layanan kesehatan maksimal otomatis uang masuk ke wilayah ini juga besar,” tambahnya.

Yang pasti dengan membangun kota kedua di wilayah Kulon Progo utara, berarti menggenjot pendapatan asli daerah dari sejumlah sektor,” ujar Lahiyo Yok Mulyono.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *