Mengambil Paket Umroh Berapa Hari Idealnya Agar Rindu Kita Kepada Tanah Suci Terpuaskan ?

Berapa lama idealnya kita berada di Tanah Suci pada ibadah Umroh? (foto/dok)

Madinah, Proliman News – Berapa lama idealnya kita berada di Tanah Suci pada ibadah Umroh?

Pendamping jamaah Umroh Madania Tour Kulon Progo, Ust. H. Teguh Santoso dari Madinah mengatakan, berada di Makkah atau Madinah berlama-lama tentu menjadi impian semua umat muslim.

“Karena rindu Tanah Suci adalah berkah luar biasa,”katanya singkat.

Tetapi berapa hari sebaiknya kita melakukan ibadah umroh dilakukan? Sembilan hari, duabelas hari atau empatbelas hari?

“Inilah pertanyaan yang sering muncul ditengah-tengah kita setelah menghitung berapa banyak uang yang kita punya untuk pergi umroh,”paparnya.

Keputusan berapa lama kita akan beribadah di sana akan berkaitan dengan anggaran yang ada, alokasi waktu cuti (bagi yang cuti kerja, red) yang tersedia, hingga seberapa leluasa dan khusyuknya kita menjalankan rukun dan sunnah Umroh.

Memilih paket umroh berapa lama di Tanah Suci menjadi langkah krusial agar pengalaman ibadah kita menjadi lebih bermakna dan tak terlupakan.

Pemilihan paket umroh 9 atau 12 atau 14 hari tentu juga akan memudahkan travel agent untuk mengatur rotasi grup jamaah, reservasi hotel, penjemputan, transportasi lokal, dan jadwal mutawif secara terstruktur efisien.

Selain piihan berapa lama ingin di Tanah Suci itu juga memudahkan brio travel dalam menawarkan paket dengan harga yang lebih terukur dan layanan yang standar.

Jika kita ambil paket Umroh 9 hari, berarti waktu efektif yang kita habiskan untuk beribadah di Tanah Suci (Mekkah dan Madinah) adalah sekitar 7 hari.

BACA JUGA  Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin: Selamat Jalan Mas Guruh, Semoga Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah

Setelah dikurangi perjalanan pergi dan pulang memakan waktu sekitar 2 hari dari total durasi.

Alokasi waktu di kedua kota biasanya dibagi menjadi 3 malam di Madinah dan 4 malam di Mekkah, atau kombinasi serupa, disesuaikan dengan jadwal penerbangan dan program travel.

Paket 9 hari dirancang untuk memungkinkan jamaah menunaikan seluruh rukun dan wajib umroh, serta beberapa ibadah sunnah dan ziarah kota yang telah dijadwalkan.

“Karena durasinya yang relatif singkat, jadwal dalam paket ini cenderung lebih padat,” katanya melalui pesan singkat.

Kita memiliki waktu yang cukup untuk melakukan umroh pertama, yakni sholat berjamaah lima waktu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta mengikuti jadwal ziarah.

Keunggulan paket 9 hari adalah biaya terjangkau di antara pilihan standar dan kebutuhan cuti yang minimal. Namun, konsekuensinya adalah waktu istirahat dan kesempatan untuk ibadah mandiri terbatas.

Sedang Paket Umroh 12 hari adalah varian yang sangat populer. Durasi ini memberikan waktu efektif sekitar 10 hari penuh atau sebagian besar hari di Tanah Suci.

Waktu ekstra 3 hari dibandingkan paket 9 hari memberikan kelonggaran signifikan bagi jamaah untuk beradaptasi, beristirahat, dan memperbanyak ibadah sunnah serta refleksi di Masjid. Inilah mengapa banyak jamaah merasa ibadahnya bisa terasa lebih pas dengan durasi ini.

Dengan paket 12 hari, alokasi waktu menginap di Mekkah dan Madinah tentu lebih lama. Alokasi waktunya bisa 4 malam di Madinah dan 6 malam di Mekkah, atau kombinasi lainnya yang memberikan durasi menginap total 10 malam di Tanah Suci.

BACA JUGA  ODGJ di Kabupaten Kulon Progo Mencapai 1.460 Orang atau Tertinggi di DIY, Kenapa Ini Terjadi ?

Waktu yang lebih panjang ini sangat bermanfaat untuk memperbanyak sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir di Raudhah (dengan perjuangan dan izin Allah), memperbanyak tawaf sunnah di Masjidil Haram, atau sekadar duduk menikmati suasana spiritual yang tiada tara di kedua Masjid.

“Biayanya memang lebih tinggi dari paket 9 hari, sepadan dengan tambahan fasilitas dan waktu yang didapatkan,”tambahnya.

Sedang bagi yang memiliki kelonggaran waktu cuti dan alokasi anggaran yang lebih besar, paket umroh 14 hari seringkali menjadi pilihan utama untuk pengalaman ibadah yang mendalam dan santai.

Durasi ini memberikan waktu efektif paling lama di antara pilihan paket standar, yaitu sekitar 12 hari di Tanah Suci.

Ini pilihan yang benar-benar fokus pada ibadah intensif, memaksimalkan setiap detik di Mekkah dan Madinah tanpa merasa terburu-buru, dan membiarkan spiritualitas meresap sepenuhnya.

Dalam paket 14 hari, durasi menginap di Mekkah dan Madinah akan menjadi yang terpanjang dalam pilihan standar.

Misalnya, 5 malam di Madinah dan 7 malam di Mekkah, atau bahkan lebih lama di salah satu kota tergantung program travel.

Waktu yang berlimpah ini memungkinkanuntuk beribadah mandiri, membaca sirah, mengikuti kajian (jika ada), dan mengeksplorasi sekitar Masjid dengan lebih leluasa.

Tentunya, ini adalah pilihan dengan biaya paling tinggi dan membutuhkan perencanaan cuti yang matang.

Liputan : Reinaldy Dwi Maulidy

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *