Data Terkini 9 Orang Meninggal Dunia 6 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Besar yang Menerjang Bali

Mobil mengapung, air banjir setinggi orang dewasa membuat Bali lumpuh dan menelan korban jiwa sebanyak 9 orang, 6 orang masih hilang dalam proses pencarian.(foto/ist)

Bali, Proliman News – Data terbaru dari banjir besar di Bali, sembilan orang meninggal dunia dan 6 orang masih hilang.

Korban hilang akibat banjir hingga hari ini masih terus dilakukan pencarian oleh Tim Gabungan Polda Bali, Basarnas dan BNPB.

Dilaporkan sampai hari ini data yang masuk banjir melanda 109 titik di seluruh wilayah Propinsi Bali, terparah ada di Denpasar.

Kemudian 27 titik mengalami longsor, bangunan roboh, dan jalur rusak melanda berbagai wilayah di Propinsi Bali.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bencana banjir Bali yang mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin.

Situasi terkini, ketinggian debit air beberapa sungai mulai normal.

“Tercatat meninggal dunia sembilan orang, yang hilang enam orang. Telah dilakukan pencarian tim gabungan sampai Rabu (10/9/2025) malam juga belum ditemukan. Pagi ini, akan kembali dilakukan operasi pencarian korban hilang oleh tim gabungan,” kata Suharyanto, Kamis (11/9/2025).

Suharyanto tiba di Kota Denpasar pada Rabu (10/9/2025) malam hari, dan langsung memimpin langsung rapat koordinasi di Gedung Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali. Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Bali dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang wilayahnya terdampak banjir.

“Ini adalah bentuk dari respon cepat Pemerintah Pusat untuk menangani bencana yang berdampak pada masyarakat,” ujar Suharyanto.

BACA JUGA  Saparan Mantran Wetan Tetap Meriah di Tengah Lesunya Panen Sayuran, Warga Rogoh Jutaan Rupiah Demi Lestarikan Tradisi

“Kerugian yang dialami masyarakat semaksimal mungkin dibantu oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, kementerian atau lembaga lain, sesuai dengan perundang-undangan  yang berlaku. Jangan sampai menyimpang,” lanjutnya.

BNPB turut memberikan sejumlah bantuan kebutuhan dasar maupun peralatan penanggulangan bencana seperti pompa dan genset yang diperlukan masyarakat, juga Pemerintah Daerah setempat dalam melakukan penanganan banjir ini.

Setelah melakukan rapat koordinasi, Kepala BNPB bersama Gubernur Bali melakukan tinjauan ke salah satu lokasi terdampak banjir, seperti Pasar Badung yang terletak di Kota Denpasar.

Tim gabungan yang dikerahkan untuk melakukan pencarian korban dan pembersihan sisa material banjir berkisar antara 400 hingga 600 orang.

Liputan : Ady Sutrisno

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *