Kulon Progo, Proliman News – Ibu-ibu di Kulon Progo jika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepakat tidak serahkan kepada para politisi, tentara/polisi atau investor.
“Menyiapkan makanan yang baik bergizi dan sehat itu tugas ibu-ibu, percayakan kepada kami melalui sekolah-sekolah,” kata Siti Munawaroh orang tua siswa.
“Kalau mau aman, yang menyediakan pihak sekolah, yang menyiapkan ibu-ibu di lingkungan sekolah, jadi pas waktunya makan siang anak-anak langsung antre, masih hangat dan sehat,” katanya.
Dengan metode sederhana ini dijamin makanan aman program berjalan baik, penyedia atau dalam hal BGN dan pemerintah bisa kontrol sewaktu –waktu.
Fasilitas untuk Program MBG tidak usah mengada-ada atau tidak perlu dengan standar yang aneh-aneh, bisa piring bisa wadah palstik, bisa apa saja.
“Wadahnya nggak usah dengan standar yang aneh-aneh, cukup dengan kebiasaan sehari-hari saja. Yang penting cukup untuk wadah makan yang sehat,” ujarnya.
Dengan cara ini tidak perlu ada penentuan titik dapur, tidak perlu ada metode aneh-aneh cukup ada BGN, petugas pemerintah yang memonitor seperti SPPG dan aparat jika diperlukan.
Ia menambahkan, tidak perlu aparat kepolisian atau tentara ikut bikin dapur MBG untuk suplai anak-anak di berbagai sekolah.
“Kenapa dapur MBG diminati tentu ada untung, dan ini sebenarnya yang membuat program ini tidak sehat dan mengakibatkan banyak keracunan,” katanya.
Sementara Sutinah ibu rumah tangga di Kulon Progo mengatakan, jika Program MBG benar-benar untuk memberdayakan masyarakat kecil maka baiknya biaya diseragkan sekolah.
Sekolah-sekolah tahu siapa kelompok masyarakat yang potensial untuk diajak berfikir soal ini. Maka dengan demikian semua komponen akan mendapatkan putaran ekonomi.
“Tukang sayur, petani sayur, peternak, bisa suplai bahan, lalu ada dapur yang dikelola ibu-ibu dan ada sajian yang sehat dan segar untuk anak-anak. Ini bukan ngoyo woro,” katanya.
Liputan : Suyono Sugondo



