Satu Orang Korban Meninggal di RSUD Notopuro Akibat Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

dr Atok Irawan Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo mengatakan rincian korban korban yang dirawat di rumah sakit ini terdiri dari, 27 orang sedang rawat jalan, lima pasien opname, dua dilakukan tindakan operasi, dan satu orang mengalami cedera otak ringan setelah diobservasi.(foto/ist)

Surabaya, Proliman News – Bupati Sidoarjo Subandi terus memonitor proses evakuasi korban ambruknya bangunan empat lantai di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Ia memastikan bahwa pencarian dan evakuasi santri yang menjadi korban akan dilakukan hingga tuntas.

Sementara sampai hari ini Selasa (30/9/2025), jumlah korban ambruknya bangunan mushola dan asrama putra di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus bertambah.

Petugas gabungan berhasil mengevakuasi 89 korban dengan rincian, 38 korban luka dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, enam korban dibawa ke RS Delta Surya, 45 korban drawat di RSI Siti Hajar, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

dr Atok Irawan Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo mengatakan rincian korban korban yang dirawat di rumah sakit ini terdiri dari, 27 orang sedang rawat jalan, lima pasien opname, dua dilakukan tindakan operasi, dan satu orang mengalami cedera otak ringan setelah diobservasi.

Sementara satu korban inisial NA harus menjalani amputasi karena lengan kirinya hancur tertimpa reruntuhan bangunan.

Sedangkan satu korban berinisial AH (13) yang dirawat di RS Delta Surya, disebut akan menjalani operasi sekitar pukul 14.00 WIB setelah mengalami cedera di bagian kepala dan fraktur pada lengan.

Bangunan empat lantai di kompleks bangunan Ponpes Al Khoziny, di kawasan Buduran, Sidoarjo dilaporkan ambruk, Senin (29/9/2025) sekitar puku 15.00 WIB, saat para santri melakukan ibadah salat asar.

BACA JUGA  Lelang Cabai Tidak Libur Meski Petani Malas Petik Karena Kemarin Harga Lelang Merosot Hingga Rp 22.900/Kg

Sejumlah alat berat diterjunkan ke lokasi kejadian untuk membantu pencarian korban.

Sejumlah ambulance dari berbagai lembaga masih terus stand by di lokasi sembari memantau prosesevakuasi korban.

Liputan : Reinaldy Dwi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *