Surabaya, Proliman News – Tiga orang dipastikan meninggal dalam peristiwa ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Data terkini mengenai insiden ambruknya bangunan mushala dan asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, hingga Selasa sore (30/9/2025)
Jumlah santri yang meninggal dunia akibat insiden ini telah bertambah menjadi tiga (3) orang. Mereka meninggal setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga sore hari, tim gabungan telah mengevakuasi total 98 hingga 102 santri dalam kondisi selamat (termasuk yang berhasil keluar mandiri segera setelah kejadian).
Proses pencarian masih berlangsung intensif untuk menemukan santri yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Jumlah santri yang masih dicari berkisar antara 7 hingga 38 orang (data masih fluktuatif karena tim SAR terus mencocokkan dengan data pondok).
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, BNPB, TNI, Polri, dan relawan masih bekerja di lokasi.
Tim evakuasi khusus, termasuk Basarnas Special Group (BSG) dari Jakarta dan regu dari daerah terdekat (Semarang, Yogyakarta), telah dikerahkan untuk membantu.
Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi bangunan yang tidak stabil dan rentan runtuh susulan, apalagi saat alat berat diturunkan.
Total korban luka telah ditangani di beberapa rumah sakit yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
Mayoritas mengalami luka ringan dan trauma. Biaya perawatan untuk seluruh korban dipastikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Salah satu korban yang mengalami luka parah harus menjalani tindakan amputasi lengan kiri darurat di lokasi.
Pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab ambruknya bangunan yang sedang dalam tahap pengecoran lantai atas.
Dugaan awal mengarah pada ketidaksesuaian struktur bangunan yang tidak kuat menahan beban, apalagi bangunan tersebut juga dilaporkan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Tim gabungan akan terus berupaya maksimal untuk menuntaskan proses evakuasi.
Liputan : Reinaldy Dwi



