Surabaya, Proliman News – Terbaru, korban meninggal akibat ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Jawa Timur hingga Sabtu (4/10/2025) mencapai 16 orang.
Penambahan ini setelah SAR Gabungan berhasil membongkar reruntuhan paling ekstrim dan menemukan sedikitnya 11 korban meninggal dunia.
Dari 11 korban yang ditemukan hari ini 5 korban diantaranya sudah teridentifikasi sementara sisanya belum berhasil diidentifikasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim SAR Gabungan mengkonfirmasi penambahan korban tersebut setelah pengerahan alat berat berhasil membuka akses ke reruntuhan beton yang lebih dalam.
Hingga Sabtu (4/10/2025) pukul 17.00 WIB, jumlah total korban yang berhasil ditemukan adalah 120 orang.
Mengingat waktu telah melampaui masa golden time (72 jam) untuk penyelamatan korban hidup, operasi SAR saat ini berfokus pada pembersihan masif dan evakuasi jenazah.
Alat berat seperti ekskavator dan crane dikerahkan untuk memotong dan mengangkat balok-balok beton tebal, khususnya di area musala dan tempat wudu yang menjadi titik utama penemuan korban.
Proses identifikasi menjadi prioritas utama. Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jawa Timur bekerja cepat untuk mengidentifikasi 11 jenazah yang ditemukan hari ini.
Lima korban telah teridentifikasi adalah:
* Maulana Alfan Ibrahimavic (13 tahun)
* Muhammad Mashudulhaq (14 tahun)
* Muhammad Soleh (22 tahun)
* Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17 tahun)
* Moch. Agus Ubaidillah (14 tahun)
Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan logistik, kesehatan, dan dukungan psikososial bagi keluarga korban serta santri yang selamat terus dipenuhi selama masa tanggap darurat.
Operasi pencarian direncanakan akan dilanjutkan selama 24 jam ke depan hingga seluruh korban yang hilang ditemukan.
Liputan : Rinaldy Dwi



