Lajiyo Yok Mulyono: 133 Ribu Warga di Kulon Progo Utara Krisis Layanan Kesehatan Cepat Maksimal

Sementara di wilayah Kulon Progo utara, hanya ada Rumah Sakit Santo Yusuf Boro yang kondisinya tidak memungkinkan untuk digenjot bisa melayani berbagai keluhan masyarakat karena memang terbatas.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Tidak kurang dari 133 ribu warga yang bermukim di empat kapanewon di Kulon Progo puluhan tahun tidak mendapat layanan kesehatan secara cepat mudah dan maksimal.

Mereka merupakan warga Kulon Progo utara yang tinggal di pelosok-pelosok pegunungan di Kapanewon, Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Nanggulan.

Kini warga kembali mendesak pemerintah mendirikan rumah sakit besar di wilayah ini agar bisa menikmati pelayanan kesehatan cepat, mudah dan maksimal.

Yok Mulyono menegaskan, bahkan sudah mengajukan permintaan pendirian rumah sakit besar ini sejak beberapa puluhan tahun lalu, lanjutnya.

“Warga di Kulon Progo utara ini telah meminta didirikannya rumah sakit ini sejak beberapa puluh tahun lalu sejak Bupati Toyo Santoso Dipo, hingga Hasto Wardoyo. Tetapi tetap tidak ada reaksi hingga saat ini, ” ujar Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono, Sabtu (11/10/2025).

Saking mendesakknya keberadaan rumah sakit besar di Kulon Progo utara, sekarang ini sebanyak 67 warga di Kalurahan Banjararum, Kalibawang, Kulon progo bahkan menyiapkan lahan mereka untuk kepentingan pendirian rumah sakit tersebut.

“Datanya berapa warga yang telah menyiapkan lahannya dan berapa luasnya, data ada di saya. Ini membuat hati miris. Tetapi demikian pun pemerintah tetap tidak bergeming,” lanjutnya.

Kondisi mereka ini benar-benar memprihatinkan, ungkap Lajiyo Yok Mulyono sembari menerawang.

BACA JUGA  Erosi Tebing Sungai Serang di Dayakan Pengasih, Kulon Progo Bahaya, Komisi C DPRD DIY Tinjau Lokasi

“ Untuk periksa kesehatan saja mereka harus berjuang setengah mati. Belum lagi ibu-ibu melahirkan, yang harus dengan segala daya agar segera ditangani dokter. Ini fakta,” ungkapnya.

Jika ditambah dengan data kasus banyaknya korban kecelakaan seperti jatuh dari pohon, ketimpa batu, atau jatuh di jurang tidak tertolong karena susahnya akses kesehatan maka alasan mereka mendesak didirikannya rumah sakit di wilayah Kulon Progo utara menjadi sangat logis.

“Jika data kasus ini kita paparkan, kondisinya lebih miris. Saya menyaksikan sendiri, bagaimana korban kecelakaan seperti ini sering tidak cepat ditolong karena aksesbya susah,” katanya.

Lajiyo Yok Mulyono menambahkan, semakin banyaknya  jatuh korban jiwa akibat tidak adanya akses layanan kesehatan cepat, mudah dan maksimal seperti ini bahkan menjadi topik bahasan yang selalu muncul di tengah publik.

“Karena kenyataannya memang begitu, tidak adanya layanan kesehatan yang cepat.mudah dan maskimal bagi warga di Kulon Progo utara ini,” ungkapnya.

Sementara wilayah Kulon Progo selatan untuk layanan kesehatan warga di enam kapanewon ada dua rumah sakit pemerintah, sejumlah rumah sakit dan poliklinik swasta, hingga layanan rawat inap di semua puskesmas.

Mereka juga berada di permukiman yang lebih aman, akses jalannya enak dan banyak alternatif transportasi yang bisa digerakkan.

Menurut Yok Mulyono sebagian besar warga yang tidak terlayani akses kesehatannya dengan cepat, mudah dan maksimal kebanyakan tinggal di berbagai pelosok, berada di wilayah yang akses jalannya buruk dan tidak memiliki alat transportasi yang memadahi.

BACA JUGA  ​Sambut Hari Jadi ke-75 Kulon Progo, Pemkab Ajak Warga Ramaikan Malam Takbir Budaya dan Lautan Obor di Alun-Alun Wates

“Sulitnya akses jalan dan tidak adanya alat transportasi memadahi membuat ratusan ratusan ribu warga ini semakin susah terakses dengan layanan kesehatan cepat dan maksimal,” ujar Lahiyo Yok Mulyono

Sementara di wilayah Kulon Progo utara, hanya ada Rumah Sakit Santo Yusuf Boro yang kondisinya tidak memungkinkan untuk digenjot bisa melayani berbagai keluhan masyarakat karena memang terbatas.

Lajiyo Yok Mulyono menambahkan, ratusan ribu warga yang tidak mendapatkan layanan kesehatan secara cepat, mudal dan maksimal tersebut sebanyak 24.667 jiwa ada di Kapanewon Girimulyo, 31.339 jiwa di Nanggulan, 27.688 jiwa di Samigaluh, dan 29.661 jiwa di Kalibawang.

Ia mengatakan data ini juga berasal dari situs Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Maka dilihat dari keseluruhan jumlah penduduk di Kabupaten Kulon Progo sebesar 445.267 jiwa maka jumlah penduduk yang kini tidak mendapatkan layanan kesehatannya secara cepat, mudah dan maksimal hampir 30 persen.

“Ini belum lagi bicara jumlah penduduk yang tidak terlayani kesehatannya karena faktor kemiskinan, dam faktoir-faktor lain. Maka dengan kondisi ini maka, kita membuka komukasi dengan berbagai pihak untuk membangun rumah sakit di Kulon Progo utara,” katanya.

Liaputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *