Alumni Ponpes Lirboyo Kecam Keras Tayangan Trans 7 Karena Dianggap Menghina, Trans 7 Minta Maaf !

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri mengeluarkan sikap terkait tayangan Trans7 yang diduga merendahkan martabat kiai dan pesantren.(foto/ist)

Jakarta, Proliman News – Alumni  Pondok Pesantren Lirboyo Kediri mengeluarkan sikap terkait tayangan Trans7 yang diduga merendahkan martabat kiai dan pesantren.

Berikut adalah sikap Alumni Lirboyo Kediri:

1. Mengecam Pihak TV Trans7 yang menayangkan tayangan yang meremehkan kiai, santri dan pesantren. Khususnya kiai pesantren Lirboyo dalam tayangan tersebut.

2. Menuntut pihak Trans7 meminta maaf terbuka dan secara khusus kepada masayikh pondok pesantren Lirboyo.

3. Meminta Trans7 menarik semua tayangan tersebut dari platform median

4. Meminta kepada Trans7 untuk menayangkan edukasi khusus kiai dan pesantren secara utuh tanpa dipotong baik untuk sumbangsih sejarah dan mencegah kesalah pahahaman kepada masyarakat.

Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka akan kami tempuh ke jalur hukum pidana maupun perdata

Terkait viralnya isu ini, Trans7 akhirnya buka suara. Melalui akun instagram resminya memposting permintaan maaf.

“Berikut pernyataan maaf dari kami berkaitan dengan tayangkan program “Xpose Uncensored” TRANS7, pada tanggal 13 Oktober 2025,” tulis akun itu.

Dalam postingan itu, pihak Trans7 ternyata sudah minta maaf pada pihak Ponpes Lirboyo yakni Gus Adib yang merupakan putra KH Anwar Mansyur.

Berikut selengkapnya isi surat resmi dari Trans7:

Dengan hormat, sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program “Xpose Uncensored” TRANS7, pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP. Lirboyo dalam hal ini.

BACA JUGA  Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru Olahraga di Banjarnegara Pamerkan Inovasi dalam Ajang “Pasar PJOK”

Dan dengan ini:

Kami dari TRANS7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yangsebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan Keluarga, para Pengasuh, Santri, serta Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat.

Kami menyadari bahwa tayangan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi keluarga besar pesantren. Hal ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami di TRANS7 agar tidak lagi menayangkan pemberitaan yang berkaitan dengan Ulama, Kyai, dan kehidupan Pesantren, khususnya yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Lirboyo dalam program yang tidak relevan.

Tak hanya itu, Production Director Trans7, Andi Chairil juga menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian mengenai narasi dalam program televisinya itu.

Ini isi lengkap permintaan maaf Andi Chairil:

Assalamualaikum, Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, shalawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.

Berkaitan dengan isi berita salah satu program di Trans7, yang menyangkut Pondok Pesantren Lirboyo, pada kesempatan ini, Kami ingin menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo. Juga para pengasuh, para santri dan alumni dari Pondok Pesantren dari Lirboyo.

Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu, dimana Kami tidak melakukan sensor yang mendalam secara teliti materi dari pihak luar. Namun, Kami tidak berlepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut.

Kami telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada salah satu putra Kyai Haji Anwar Manshur, pada Senin (13/10/2025) malam, dan kepada gus Adib.

BACA JUGA  Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji: Membuktikan Tuduhan Ijasah Palsu Jokowi Itu Gampang

Pada pagi ini, Kami pun telah menyampaikan surat permintaan maaf secara resmi melalui pesan singkat (WA) kepada Gus Adib untuk disampaikan kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo. Sedangkan untuk, hard copy-nya, akan Kami kirimkan.

Sekali lagi, Kami mengakui kelalaian Kami dan Kami mohon maaf atas hal tersebut. Untuk kedepannya, ini akan menjadi pelajaran bagi Kami untuk lebih teliti, untuk bisa memahami hubungan antara Santri dengan para Kyai-nya dan pengasuh juga dengan alumni.

Sekali lagi, Kami mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas kelalaian Kami.Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *