Jakarta, Proliman News – Dunia maya kembali gaduh dengan hasil survei Poltracking Indonesia yang menyatakan 71,4 % masyarakat puas dengan kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kegaduhan terjadi karena survei ini muncul ditengah situasi sejumlah komponen bangsa ini mendesak pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Alasannya beragam mulai dari keterpilihan Gibran sebagai buah dari konsensus politik yang dipaksakan, proses pencalonannya dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi dan keadilan elektoral hingga latar belakang pendidikan Gibran yang dinilai tidak memenuhi syarat.
Tetapi kenyataannya survei Poltracking Indonesia pada 3-10 Oktober 2025 menunjukkan fakta lain.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda menyebut mayoritas masyarakat tidak mengetahui isu pemakzulan Gibran.
“Sebanyak 50,5 persen tidak mengetahui, dan hanya 38 persen yang mengetahuinya,” ungkap Hanta Yuda dalam rilis hasil survei Poltracking TV, dikutip pada Selasa (21/10/2025).
“Kemudian kalau kita tanya tingkat kesetujuannya, yang setuju 18,3 persen, jauh lebih banyak yang tidak setuju, 46,0 persen,” sambungnya.
Survei bertema Evaluasi 1 Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran ini diselenggarakan pada 3-10 Oktober 2025 menggunakan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya, Pakar Digital Forensik, Rismon Sianipar menyinggung aspek konstitusional terkait posisi wakil presiden yang harus memenuhi syarat administratif, termasuk kepemilikan ijazah SMA atau sederajat.
Ia menilai, jika benar seorang pejabat tidak memiliki ijazah SMA sebagai syarat pencalonan, maka hal itu patut menjadi perhatian serius lembaga berwenang.
“Hak memakzulkan Gibran dijamin konstitusi sesuai pasal 7 UUD 1945,” kata Rismon.
Sebelumnya sejumlah Forum Punawirawan TNI juga mendesak kepada DPR RI untuk melakukan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Lalu ada kelompok lain seperti Dokter Tifa, Roy Suryo dan Rismon Sianipar melakukan aksi yang sama, cuap-cuap setiap hari tentang pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Menanggapi haduh sesi baru itu, sejumlah warganet menyatakan : Mereka sedang memainkan drama apa sebenarnya, siapa yang menggelar pertunjukan ini hingga menghipnotis masyarakat hingga terlena malas bekerja, pusing ngurus medsos, dan pelan-pelan kehidupan hancur!
Liputan : Suyono Sugondo



