Yogyakarta, Proliman News – Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat Gunung Merapi meluncurkan dua kali awan panas guguran (APG) ke arah barat daya.
Luncuran awan panas pertama terjadi tengah malam yakni pukul 00:31 WIB dini hari tadi, Senin (3/11/2025).
Awan panas ini memiliki estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya, dengan amplitudo maksimal terekam seismogram sebesar 73 milimeter dan durasi 146 detik.
Tidak berselang lama, awan panas guguran kedua kembali menyusul tujuh menit kemudian yakni pada pukul 00:37 WIB.
Kali ini, dengan jarak luncur sedikit lebih pendek, yakni 1.200 meter, amplitudo 68 milimeter, dan durasi 106 detik.
Selain dua awan panas guguran tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam periode pengamatan enam jam (pukul 00:00 – 06:00 WIB) juga terekam masih tinggi.
BPPTKG mencatat terjadinya 34 kali gempa guguran, 19 kali gempa hybrid, serta teramati 3 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Secara visual, cuaca di sekitar puncak cerah sehingga gunung tampak jelas. Teramati asap kawah putih berintensitas tipis dengan tinggi 100 hingga 150 meter di atas puncak.
Liputan : Suyono Sugondo



