Bahaya ! Terjadi Letusan di Puncak Gunung Merapi Luncuran Awan Panas dan Lava Pijar Juga Terus Berulang

Pada pagi hari Senin, 3 November 2025, bahkan terjadi letusan tiba-tiba dengan kolom abu mencapai 6.000 meter yang menyebabkan kepanikan warga di sekitar lereng Merapi, meskipun status gunung tetap Siaga.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – BPPTKG Yogyakarta merilis aktivitas vulkanik Gunung Merapi semakin tinggi. Luncuran awan panas dan guguran lava pijar yang terus – menerus  berlangsung.

Berikut adalah rangkuman aktivitas terkini per tanggal 4 November 2025.

Terjadi beberapa kali luncuran awan panas dan guguran lava pijar dalam beberapa hari terakhir.

Jarak luncur awan panas dan guguran lava bervariasi, terpantau hingga 1.500 – 2.500 meter, mayoritas mengarah ke sektor barat daya (Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng) dan tenggara (Kali Woro, Kali Gendol).

Pada pagi hari Senin, 3 November 2025, bahkan terjadi letusan tiba-tiba dengan kolom abu mencapai 6.000 meter yang menyebabkan kepanikan warga di sekitar lereng Merapi, meskipun status gunung tetap Siaga.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam area potensi bahaya, dengan radius sekitar 3 kilometer dari puncak gunung, dan menjauhi alur sungai yang menjadi jalur luncuran material vulkanik.

Curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi kestabilan kubah lava, sehingga meningkatkan potensi guguran material.

Warga di kawasan lereng Merapi diminta untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi rekomendasi dari otoritas setempat (BPPTKG dan BPBD) serta memantau informasi melalui kanal resmi. Aktivitas pendakian masih ditutup untuk umum.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner
BACA JUGA  SPMB SD Dirundung Muran, Empat Sekolah di Kulon Progo Tidak Mendapatkan Siswa Baru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *