Kulon Progo, Proliman News – Terus dihajar abrasi komplek Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Trisik yang lama hilang tak berbekas.
Satu-satunya bangunan yang hingga kini masih tersisa yakni sepertiga mushola.
Mushola yang semula berada di utara komplek TPI kini tinggal sepertiga dan kondisinya separo tembok bangunan sudah terurug pasir.
Terlihat batu-batu pondasi bangunan mushola berserakan di bibir pantai menandakan bahwa abrasi perlahan tetapi pasti bakal menelan seluruh bangunan mushola tersebut.
Sejumlah warga memberi kesaksian bahwa posisi mushola tahun 2010 lalu masih berada sekitar satu kilometer dari bibir pantai.
Di selatan mushola berdiri memanjang bangunan TPI sepanjang lebih dari 20 meter, lalu diselatannya terdapat bangunan semi permanen untuk lapak penjual ikan.
“Diselatan lapak ikan masih ada kamar mandi wc untuk umum, dan di selatannya lagi masih ada areal pantai sekitar 400,” ujar Sarmiah, warga setempat.
Sedang sekarang ini bangunan paling ujung utara komplek TPI yakni mushola tinggal sepertiga karena ambrol dimakan abrasi dan gelombang tinggi yang terus menerus menghajar kawasan ini.
Selain bangunan TPI dan fasilitas umum lain, bangunan milik warga seperti rumah, gudang perkakas nelayan serta warung sudah tidak tampak.
“Kami hanya bisa berdoa, semoga abrasi berhenti tidak berlanjut. Karena kami kuatir abrasi akan mencapai pemukiman warga,” katanya.
Bibir pantai sampai ke pemukiman warga kini tinggal sekitar 20 meter lagi. Jika perkiraan BMKG gelombang tinggi masih akan berlangsung hingga 11 November 2025, dikawatirkan abrasi akan menyentuh pemukiman warga tidak lama lagi.
“Semoga tidaklah, kami ini secara turun temurun penghuni kawasan ini, kami takut kehilangan perkampungan kami ini,” ujar Sarmiah gemetar.
Liputan : Suyono Sugondo



