Ribuan Warga Diungsikan ke Sejumlah Tempat Akibat Erupsi Besar Gunung Semeru Rabu (19/11/2025) Sore

Sebagai langkah pencegahan, ratusan warga telah dievakuasi dari zona rawan bahaya, seperti Desa Supiturang dan Desa Oro-Oro Ombo, ke pos-pos pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah daerah.(foto/ist)(

Lumajang, Proliman News – Gunung Semeru erupsi besar sore tadi. Berdasarkan laporan terkini hingga Rabu malam (19 November 2025), belum ada laporan ada jatuh korban jiwa.

Tidak ada laporan korban jiwa (meninggal dunia) akibat langsung dari luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan erupsi besar Gunung Semeru.

Terdapat korban luka-luka. Dilaporkan ada sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri yang mengalami luka bakar sekitar 20 persen setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tergelincir di Jembatan Gladak Perak yang licin dan tertutup abu panas vulkanik.

Kedua korban telah berhasil dievakuasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Pasirian, Lumajang, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sebagai langkah pencegahan, ribuan warga telah dievakuasi dari zona rawan bahaya, seperti Desa Supiturang dan Desa Oro-Oro Ombo, ke pos-pos pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Meskipun status gunung telah dinaikkan menjadi Level IV (AWAS), respons cepat dari BPBD dan aparat gabungan dalam menutup akses Jembatan Gladak Perak dan mengevakuasi warga di zona merah menjadi kunci utama untuk meminimalkan jatuhnya korban.

Status Gunung Semeru ditingkatkan menjadi Level IV (Awas) pasca erupsi dan luncuran awan panas.

Berdasarkan pengalaman erupsi Semeru sebelumnya dan kondisi saat ini, potensi terjadinya banjir lahar sangat tinggi dan merupakan salah satu ancaman utama saat status Semeru berada di Level IV (AWAS).

BACA JUGA  Gedung DPRD Makassar dan Gedung Pengadilan Tinggi Makassar Hangus Dibakar Aksi Massa Dini Hari Tadi

Banjir Lahar adalah aliran material vulkanik (pasir, kerikil, batu) bercampur air hujan.

Setelah erupsi mengeluarkan material abu dan pasir dalam jumlah besar, material tersebut menumpuk di lereng dan lembah sungai.

Ketika terjadi hujan deras (terutama di musim penghujan ini), material tersebut akan terbawa air dan membentuk banjir lahar dingin yang sangat merusak.

PVMBG secara spesifik mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman banjir lahar, terutama di sepanjang aliran sungai (Besuk) yang berhulu di puncak Semeru.

Sungai-sungai utama yang berpotensi menjadi jalur lahar antara lain Besuk Kobokan, Besuk Sat, Besuk Kembar, dan Besuk Sarat.

BPBD telah meminta warga untuk menghindari daerah sempadan sungai (tepi sungai) dan segera menjauh jika hujan deras terjadi di puncak, meskipun di lokasi mereka tidak hujan, karena lahar dapat datang secara tiba-tiba.

Jadi, meskipun mungkin belum ada laporan detail tentang bencana banjir lahar besar yang terjadi saat ini, potensi ancaman tersebut adalah sangat nyata dan tinggi pasca-erupsi besar.

Liputan : Reinaldy Dwi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *